Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )

Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). ( Foto: AFP/File )

OPEC Diperkirakan Naikkan Produksi

Jumat, 5 Maret 2021 | 06:31 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id - OPEC dan negara-negara sekutunya bersiap meningkatkan produksi dalam pertemuan Kamis (4/3) di Wina, Austria, menyusul rebound dalam permintaan dan harga.

Kelompok yang disebut OPEC+ ini sebelumnya sering berselisih tentang berapa banyak minyak yang akan dialirkan ke pasar. Karena harga global anjlok akibat pandemi Covid-19, sehingga para anggota menyetujui pemangkasan produksi guna mendukung harga.

Karena sekarang vaksinasi sedang berlangsung di banyak negara dunia dan permintaan dari Tiongkok telah kembali ke tingkat sebelum pandemi, keberhasilan pertemuan pada Kamis itu bergantung pada kesediaan produsen kelas berat Rusia dan Arab Saudi untuk menyepakati rencana tersebut. Adapun Tiongkok merupakan importir minyak terbesar dunia.

"Masih perbedaan pendapat besar di dalam aliansi ini tentang berapa kapasitas pasar minyak untuk menyerap volume baru minyak mentah,” kata Bjarne Schieldrop, kepala analis komoditas di grup riset SEB, Kamis (4/3).

Schieldrop menjelaskan, produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), Rusia, condong untuk mengambil sikap hati-hati. Sementara Arab Saudi sebagai produsen ketiga terbesar diperkirakan mendukung peningkatan pasokan.

Di sela pertemuan teknis Selasa (2/3), Sekjen OPEC Mohammed Barkindo mendukung jalan tengah. Dia mengatakan kartel harus mendorong optimisme secara hati-hati, karena pandemi Covid-19 masih mengandung risiko-risiko.

Masalah Kontroversial

Selama pertemuan Januari 2021, aliansi 23 eksportir minyak tersebut membutuhkan dua hari pembicaraan sebelum akhirnya sepakat untuk secara bertahap meningkatkan pasokan ke pasar minyak.

Setelah sebanyak 7,125 juta barel per hari (bph) ditahan dari pasar pada Februari, OPEC+ menurunkannya ke angka 7,05 juta bph pada Maret. Langkah ini praktis menambah pasokan ke pasar dengan tambahan 75.000 bph.

Kalangan analis umumnya memperkirakan bahwa OPEC+ akan setuju untuk merilis tambahan 500.000 bph pada April 2021.

Selain itu, Arab Saudi dapat membanjiri pasar dengan tambahan satu juta bph jika memutuskan untuk menyetop tambahan pemangkasan produksi secara sukarela, sehingga Rusia dan Kazakhstan dapat meningkatkan produksi masing-masing.

Sementara Iran, Venezuela, dan Libya telah dibebaskan dari kuota OPEC, negara-negara seperti Irak dan Nigeria telah melakukan produksi di atas kuota selama berbulan-bulan. Yang berarti telah melanggar kesepakatan kartel.

Para aggota OPEC juga memantau setiap pertanda dari Presiden AS Joe Biden, jika ia mungkin mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran. Sehingga Iran dapat masuk kembali ke pasar global dan secara dramatis meningkatkan pasokan.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN