Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah surat kabar harian Inggris menampilkan berita utama halaman depan yang melaporkan bahwa Pangeran Harry, Duke of Sussex dan istrinya, Meghan, Duchess of Sussex, berencana untuk mundur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan, pada 9 Januari 2020. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

Sejumlah surat kabar harian Inggris menampilkan berita utama halaman depan yang melaporkan bahwa Pangeran Harry, Duke of Sussex dan istrinya, Meghan, Duchess of Sussex, berencana untuk mundur sebagai anggota senior Keluarga Kerajaan, pada 9 Januari 2020. ( Foto: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP )

Pangeran Harry dan William Dipanggil Ratu Inggris

Happy Amanda Amalia, Selasa, 14 Januari 2020 | 07:21 WIB

SANDRINGHAM, investor.id – Pangeran Harry dan kakaknya, Pangeran William bersama-sama memenuhi panggilan Ratu Elizabeth II pada Senin (13/1) untuk membicarakan masa depan Harry, setelah dia dan istrinya, Meghan Markle, mengumumkan secara sepihak untuk mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris.

Keduanya terlihat bersama-sama saat dipanggil untuk melakukan pembicaraan bersama nenek mereka, Ratu Elizabeth II dan ayahnya, Pangeran Charles guna memetakan jalan untuk melewati krisis.

Ratu berusia 93 tahun itu memangil ketiganya untuk mengadakan pembicaraan mendesak di tempat peristirahatan pribadinya di Sandringham, Inggris timur.

Menurut pernyataan yang mengatasnamakan Harry dan William, “Meskipun ada penyangkalan yang jelas, tapi sebuah kisah palsu telah muncul di sebuah surat kabar Inggris hari ini yang mana berspekulasi tentang hubungan antara Duke of Sussex dan Duke of Cambridge. Bagi kedua kakak beradik yang sangat peduli tentang masalah kesehatan mental, dan penggunaan bahasa bernada menghasut ini telah menyinggung dan berpotensi berbahaya.”

Kedua kakak beradik – yang menurut pengakuan terbuka Harry telah berpisah dalam beberapa tahun terakhir – itu pun mengecam beredarnya kisah tentang hubungan mereka di surat kabar yang berspekulasi soal penyebab Duke dan Duchess of Sussex, gelar kerajaan yang diberikan kepada Harry dan Meghan, berhenti dari peran mereka demi mencari kehidupan baru.

William (37 tahun) dan Harry (35 tahun) sendiri memiliki ikatan erat setelah kematian ibu mereka Diana pada 1997. Tetapi Harry mengakui pada bulan lalu, bahwa mereka telah berpisah dan sekarang berada di jalan yang berbeda.

Dugaan Perundungan

Sementara itu, di antara kisah-kisah yang diberitakan wartawan pada Senin, adalah yang dimuat di surat kabar The Times dengan judul “Pangeran jatuh karena William tidak ramah kepada Meghan”.

Dikatakan bahwa Harry dan Meghan merasa telah diusir oleh keluarga kerajaan karena sikap perundungan William. Namun, sumber-sumber yang dekat dengan para pangeran telah membantah kabar itu.

Baik Harry dan Meghan pada pekan lalu menyatakan ingin mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris. Mereka mengungkapkan, ingin membagi waktunya antaa Inggris dan Amerika Utara, memutus cara lama bekerja dengan media dan mencari peran baru yang progresif serta ingin mandiri secara finansial.

Anggota keluarga Kerajaan Inggris, dari kiri ke kanan: Ratu Inggris Elizabeth II, Duchess of Sussex Meghan Markle , Pangeran Wales Charles, Duke of Sussex Pangeran Harry, Duchess of Cambridge Catherine Middleton (dengan Putri Charlotte dan Pangeran George), dan Duke of Cambridge Pangeran William saat berdiri di balkon Istana Buckingham, London untuk menyaksikan aksi terbang pesawat Royal Air Force (RAF), pada 9 Juni 2018. ( Foto: Daniel LEAL-OLIVAS / AFP )
Anggota keluarga Kerajaan Inggris, dari kiri ke kanan: Ratu Inggris Elizabeth II, Duchess of Sussex Meghan Markle , Pangeran Wales Charles, Duke of Sussex Pangeran Harry, Duchess of Cambridge Catherine Middleton (dengan Putri Charlotte dan Pangeran George), dan Duke of Cambridge Pangeran William saat berdiri di balkon Istana Buckingham, London untuk menyaksikan aksi terbang pesawat Royal Air Force (RAF), pada 9 Juni 2018. ( Foto: Daniel LEAL-OLIVAS / AFP )

Langkah Duke dan Duchess of Sussex tersebut memicu Ratu Elizabeth II mengarahkan para pejabatnya pada Kamis (9/1), ditambah dari Charles, William, dan Harry untuk mencari solusi yang bisa segera diterapkan setelah pengumuman yang mengejutkan.

Charles (71 tahun), salah satu pewaris takhta Inggris, pun bertolak dari Oman, di mana ia menghadiri upacara belasungkawa pada Minggu (12/1) atas meninggalnya Sultan Qaboos.

Sedangkan Meghan (38 tahun) diperkirakan bergabung dalam pertemuan dari Kanada melalui conference call, ketika mereka berusaha menyelesaikan “langkah-langkah selanjutnya” menuju kompromi.

Ada pun masalah-masalah yang perlu dibahas, termasuk berapa banyak uang yang masih akan diterima pasangan itu dari Charles – yang sebagian besar membiayai putra-putranya dan keluarga mereka – kemudian soal gelar kerajaan pasangan itu, dan bagaimana mereka dapat meningkatkan keuangan mereka sendiri tanpa mengorbankan monarki.

Harry, Meghan dan putra mereka Archie – yang lahir pada Mei tahun lalu merayakan Natal selama enam pekan di Kanada.

Setelah pulang sejenak ke Inggris, beberapa media Kanada melaporkan bahwa Meghan telah kembali ke Pulau Vancouver di lepas pantai Pasifik negara itu, tempat Archie tinggal bersama pengasuhnya.

Rencana untuk menjalani cara kerja baru adalah mereka bermaksud untuk terus “sepenuhnya mendukung” Ratu Elizabeth dan menghormati tugas mereka kepada raja, Persemakmuran dan perlindungan mereka.

Namun, mereka ingin menjadikan 2020 sebagai tahun “transisi” untuk mengukir peran baru mereka, dan meluncurkan entitas amal Sussex Royal baru mereka, serta berupaya meningkatkan sumber pendapatan mereka sendiri. Mereka juga ingin mempertahankan rumah Frogmore Cottage yang baru direnovasi di lahan area Kastil Windsor milik ratu sebagai tempat tinggalnya di Inggris. (afp/pya)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA