Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat tiltrotor multi-misi Osprey tengah terparkir di Kamp Marinir AS Futenma Camp di daerah perkotaan Ginowan, prefektur Okinawa, pada 14 November 2014. ( Foto: TORU YAMANAKA / AFP )

Pesawat tiltrotor multi-misi Osprey tengah terparkir di Kamp Marinir AS Futenma Camp di daerah perkotaan Ginowan, prefektur Okinawa, pada 14 November 2014. ( Foto: TORU YAMANAKA / AFP )

Pangkalan Militer AS di Okinawa Dikarantina

Selasa, 14 Juli 2020 | 07:15 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id - Dua pangkalan marinir Amerika Serikat (AS) di Pulau Okinawa, Jepang, telah dikarantina setelah terkonfirmasi puluhan anggotanya terinfeksi virus corona Covid-19. Para pejabat setempat mengkritik upaya militer AS dalam menanggulangi penularan virus tersebut.

Pembatasan tambahan juga diberlakukan di tujuh pangkalan marinir lainnya di wilayah tersebut setelah lonjakan kasus. Seorang juru bicara mengonfirmasi kabar tersebut. Saat ini ada puluhan ribu prajurit AS yang ditempatkan di pulau Jepang selatan. Wilayah ini telah mencatat sekitar 150 infeksi Covid-19 pada warga sipil.

Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada Senin (13/6), sebanyak 63 kasus telah terdeteksi dalam beberapa hari terakhir di antara pasukan AS. Sebagian besar dari mereka ditempatkan di Pangkalan Udara Korps Marinir AS (MCAS) Futenma dan Camp Hansen.

Pemerintah prefektur Okinawa mengatakan setelahnya, pihaknya mengkonfirmasikan 32 kasus lagi di Futenma. Sehingga total infeksi menjadi 95 kasus.

Juru bicara militer AS setempat Mayor Ken Kunze mengatakan kepada AFP, langkah-langkah perlindungan di wilayah Okinawa dan sekitarnya sudah ditingkatkan. Perintah ini diumumkan untuk semua pangkalan korps marinir di wilayah itu, dengan total sembilan pangkalan.

angkah-langkah itu termasuk menutup fasilitas non-vital di tempat-tempat tersebut, melarang kegiatan di luar, dan menganjurkan bekerja dari rumah.

"Langkah-langkah tambahan dilakukan untuk Camp Hansen dan MCAS Futenma untuk membatasi orang untuk masuk maupun meninggalkan fasilitas itu," kata Kunze, Senin (13/7).

Terdapat sekitar 20.000 marinir AS di Okinawa, bersama dengan ribuan tentara dari layanan militer AS lainnya.

Kehadiran mereka di pulau itu adalah isu lama yang membuat tidak nyaman bagi sejumlah pihak. Banyak orang di wilayah itu berdebat mereka menanggung bagian yang tidak sepadan dari beban menampung pasukan AS.

Lonjakan infeksi telah menciptakan ketegangan dengan pejabat lokal, termasuk Gubernur Okinawa Denny Tamaki. Pada Sabtu (11/7) ia mengaku kaget dengan banyaknya pertambahan kasus.

"Saya merasa keraguan yang serius tentang langkah-langkah AS melawan infeksi," ujarnya kepada wartawan.

Tamaki mengatakan, dirinya telah meminta pasukan AS untuk menghentikan kedatangan pasukan yang berputar ke negara itu dan agar pemerintah AS meningkatkan langkah-langkah anti-penularan. Tidak jelas infeksi berasal dari pangkalan mana, dengan Kunze mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Kami juga melihat laporan pertemuan dan mengarahkan orang pada karantina. Kepemimpinan di Okinawa bekerja tanpa henti untuk mengurangi penyebaran," tutur Kunze.

Media lokal mengatakan, ada kekhawatiran tentang pasukan yang masuk dan keluarga mereka yang sedang dalam karantina di hotel lokal di luar pangkalan.

Seorang pejabat pemerintah Okinawa mengatakan, otoritas prefektur akan meminta pemerintah pusat dan pasukan AS untuk berbagi informasi tentang kasus-kasus di kalangan militer dengan lebih cepat. Prefektur juga akan meminta pasukan yang masuk dan keluarga mereka untuk mengamati karantina kedatangan mereka di pangkalan. (afp)

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN