Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa saham Asia.  Foto ilustrasi: Istimewa

Bursa saham Asia. Foto ilustrasi: Istimewa

Pasar akan Mencermati Kesepakatan AS-Tiongkok

Grace Eldora, Selasa, 14 Januari 2020 | 07:14 WIB

HONG KONG, investor.id - Pasar saham Asia sebagian besar naik pada awal perdagangan pekan ini. Perhatian investor beralih dari Timur Tengah ke prospek ekonomi global dan pekan ini akan dilakukan penandatanganan perjanjian perdagangan antara pemerintah Tiongkok dengan Amerika Serikat (AS).

Sementara optimisme yang mencirikan akhir 2019 akan kembali ke lantai perdagangan, para pialang dibiarkan sedikit kecewa dengan laporan pekerjaan di bawah standar dari pemerintah AS. Rilis data menunjukkan, laju pertumbuhan upah juga terlihat lebih lambat.

Ketiga indeks utama di Wall Street berakhir di wilayah negatif setelah data tersebut keluar, mencapai level tertinggi baru, dengan aksi ambil untung ikut memainkan peran.

Namun analis menunjukkan, sementara data meleset dari harapan, itu menunjukkan The Federal Reserve System (The Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga pada level rendah untuk beberapa waktu mendatang. Sedangkan beberapa langkah selanjutnya bisa menjadi pemotongan suku bunga.

Bursa Hong Kong menguat lebih dari 1% dan Shanghai berakhir naik 0,8% , sementara Seoul melonjak 1%, Mumbai naik 0,6%, dan Bangkok naik 0,3%. Taipei naik 0,7% setelah Tsai Ing-wen menang telak pada akhir pekan lalu dan kembali menjadi presiden untuk masa jabatan kedua. Investor mendukung penghapusan ketidakpastian yang disebabkan oleh pemilihan.

Taiex duduk di level tertinggi dalam tiga dekade. Sementara dolar Taiwan juga berada di puncak selma 18 bulan terakhir, didorong oleh langkah pemerintah menarik uang tunai asing dan mendorong perusahaan lokal berinvestasi di dalam negeri.

Di antara bursa lainnya, Sydney merosot 0,4%, Singapura turun 0,2%, dan Wellington tergelincir 0,1%. Sedangkan bursa Tokyo ditutup untuk liburan.

Fokus pekan ini adalah ke Washington, di mana pemerintah Tiongkok dan AS pada akhirnya akan menuliskan banyak hal pada kertas perjanjian keduanya. Kesepakatan perdagangan fase pertama yang dibanggakan, telah menurunkan ketegangan antara negara-negara adikuasa ekonomi dan mendorong harapan ekonomi global.

Meskipun tidak ada pengumuman penting yang akan ditandatangani, para investor akan mencari tanda-tanda kemajuan pada bagian selanjutnya dari negosiasi untuk kesepakatan yang lebih luas.

"Memberikan kesepakatan merupakan komitmen dari Tiongkok untuk meningkatkan produk pertanian dan menguraikan mekanisme penegakan hukum yang dapat diandalkan. Pasar akan berjalan dengan gembira di sepanjang jalan," ujar Stephen Innes dari AxiTrader.

"Trader mungkin tidak terlalu khawatir tentang pakta mata uang, karena Tiongkok harus menunggu pada setiap kelemahan dalam yuan saat kita melanjutkan negosiasi tahap kedua," lanjutnya.

Di bursa luar negeri, dolar turun terhadap sebagian besar unit berisiko tinggi. Kepercayaan investor kembali ke pasar setelah awal yang fluktuatif tahun ini, dengan rupiah Indonesia menguat 0,7% dan won Korea Selatan naik 0,5%.

Harga minyak sedikit naik, tetapi tetap di bawah tekanan karena berkurangnya kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah, meningkatnya produksi shale oil AS, dan mengikuti peningkatan output dari negara-negara non-OPEC seperti Norwegia.

Pada awal perdagangan Eropa, bursa London dan Paris masing-masing naik 0,2%, sementara Frankfurt bertambah 0,3%. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA