Menu
Sign in
@ Contact
Search
Seorang pria berjalan melewati papan yang menunjukkan angka Indeks Hang Seng di Hong Kong pada 11 April 2022. (FOTO: PETER PARKS / AFP)

Seorang pria berjalan melewati papan yang menunjukkan angka Indeks Hang Seng di Hong Kong pada 11 April 2022. (FOTO: PETER PARKS / AFP)

Pasar Asia Pasifik Mendatar di Awal Perdagangan

Selasa, 9 Agustus 2022 | 08:14 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Saham di Asia Pasifik mendatar pada perdagangan Selasa (9/8) di hari rilis data yang tenang, karena pasar terus mencerna laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat pekan lalu.

Saham SoftBank turun lebih dari 4% pada awal perdagangan setelah Vision Fund melaporkan kerugian 2,93 triliun yen Jepang (US$ 21,68 miliar) untuk kuartal II-2022 pada Senin (8/8) setelah pasar tutup. Perusahaan yang berfokus pada teknologi itu terdampak karena bank sentral menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi.

Nikkei 225 dan indeks Topix di Jepang sedikit lebih rendah.

Di Australia, S&P/ ASX 200 sedikit berubah.

Kospi Korea Selatan naik tipis 0,23% sedangkan Kosdaq 0,7% lebih tinggi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang sedikit lebih tinggi.

Dalam data ekonomi, investor menantikan data indeks harga konsumen (CPI) Amerika yang akan dirilis Rabu di Amerika Serikat (AS).

Pasar Singapura dan India tutup untuk hari libur Selasa.

Semalam di AS, S&P 500 turun 0,12% menjadi 4.140,06 dan Nasdaq Composite turun 0,1% menjadi 12.644,46. Dow Jones Industrial Average naik tipis dan ditutup pada level 32.832,54.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang enam mata uang asing, berada di 106,343 atau sedikit lebih rendah setelah melonjak baru-baru ini menjadi hampir 107.

“Pesan hawkish lanjutan dari Fed dan hasil CPI yang kuat dapat mendukung USD,” tulis ekonom Commonwealth Bank of Australia Kristina Clifton, dalam catatan Selasa pagi.

Yen Jepang diperdagangkan pada 134,86 per dolar menyusul pelemahan tajam, setelah laporan pekerjaan AS yang kuat minggu lalu.

Dolar Australia berada di level US$ 0,6987. Ini sempat naik di atas US$ 0,70 semalam.

Minyak berjangka menetap hampir 2% lebih tinggi pada sesi Senin. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS turun 0,28% pada Selasa pagi di Asia, pada angka US$ 90,51 per barel, sementara minyak mentah Brent turun 0,25% menjadi US$ 96,41 per barel.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com