Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi saham Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

Ilustrasi saham Asia. (FOTO: KAZUHIRO NOGI / AFP)

Pasar Asia Pasifik Naik Menyusul Reli Wall Street

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:12 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SINGAPURA, investor.id – Pasar Asia Pasifik naik pada perdagangan Kamis (11/8) setelah laporan inflasi yang lebih baik dari perkiraan di Amerika Serikat (AS) mengirim saham melonjak lebih tinggi.

S&P/ ASX 200 Australia naik 0,65%.

Kospi di Korea Selatan naik 1,17% dan Kosdaq melonjak 1,6%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,42%.

Pasar Jepang tutup untuk hari libur Kamis.

Harga konsumen naik 8,5% di bulan Juli dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, hasil yang sedikit lebih baik dari kenaikan 8,7% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Dow Jones Industrial Average melompat 535,10 poin, atau 1,63%, menjadi ditutup pada 33.309,51. S&P 500 melonjak 2,13% menjadi 4.210,24, dan Nasdaq Composite melonjak 2,89% menjadi 12.854,80.

“Dapat dimengerti bahwa pasar senang melihat berita utama inflasi yang lebih baik dalam semalam. Tetapi sementara perubahan itu penting, bank sentral lebih peduli tentang tingkat inflasi dan ada jalan yang panjang dan tidak pasti menuruni gunung itu,” tulis Brian Martin dan Daniel Hynes dari ANZ Research dalam catatan yang diterbitkan Kamis.

“Kami sangat meragukan bahwa satu titik data bulanan akan cukup untuk membuat Fed menurunkan penjagaan hawkish,” kata catatan itu.

Dalam berita perusahaan, SoftBank Group (SBG) mengatakan akan mengurangi kepemilikannya di raksasa teknologi Tiongkok Alibaba melalui penyelesaian fisik awal kontrak forward prabayar untuk sekitar 242 juta American Depository Receipts. Langkah ini akan menambah 4,6 triliun yen (US$ 34,6 miliar) untuk keuntungan sebelum pajak, menurut perkiraan SoftBank.

“Dengan menyelesaikan kontrak ini lebih awal, SBG akan dapat menghilangkan kekhawatiran tentang arus kas keluar di masa depan, dan selanjutnya, mengurangi biaya yang terkait dengan kontrak forward prabayar ini,” kata perusahaan dalam siaran pers.

“Ini akan semakin memperkuat pertahanan kami terhadap lingkungan pasar yang parah,” lanjutnya.

Secara terpisah, pemasok Apple Foxconn pada Rabu (10/8) membukukan hasil yang mengalahkan ekspektasi, tetapi berhati-hati pada prospek.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya berada di 105,215 setelah jatuh tajam semalam menyusul laporan inflasi AS.

Yen Jepang diperdagangkan pada 132,68 per dolar, setelah menguat tajam. Dolar Australia lebih tinggi pada US$ 0,7085.

Minyak mentah berjangka AS turun 0,58% menjadi US$ 91,40 per barel dan minyak mentah Brent turun 0,46% menjadi US$ 96,95 per barel.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com