Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor JPMorgan Chase &Co di Park Avenue, New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto:  MICHAEL BROCHSTEIN / SOPA Images / LightRocket via Getty Images )

Kantor JPMorgan Chase &Co di Park Avenue, New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: MICHAEL BROCHSTEIN / SOPA Images / LightRocket via Getty Images )

Pasar Asia Tenggara untuk Jangka Menengah

Jumat, 27 November 2020 | 07:01 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id – Firma perbankan Amerika Serikat (AS), JPMorgan menyatakan bahwa para investor kemungkinan agak menghindari pasar Asia Tenggara. Tetapi masih ada peluang untuk kawasan ini dalam jangka menengah.

“Kami telah meningkatkan Indonesia dan Thailand dengan alasan penempatan para investor di pasar-pasar teramat sedikit. Kami mengincar peluang di lebih dari US$ 650 miliar aliran aset ke pasar berkembang. Di Asean, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun para investor kurang berinvestasi di pasar Asean. Tapi kami melihat peluang signifikan untuk jangka menengah, khususnya di Asean,” ujar James Sullivan, kepala peneliti ekuitas JPMorgan Asia di luar Jepang kepada CNBC, Kamis (26/11).

Sejauh ini pada 2020, sebagian besar pasar di Asia Tenggara berada di antara yang memiliki kinerja buruk terbuuruk. Pasalnya, berbagai negara di kawasan itu diketahui sedang berjuang untuk mengatasi pandemi virus corona Covid-19 atau bergulat dengan hilangnya dolar yang diperoleh dari industri pariwisata penting akibat penerapan aturan pembatasan perjalanan internasional.

Menurut laporan, pada penutupan transaksi perdagangan Rabu (25/11), indeks komposit SET di Thailand telah merosot lebih dari 10% year to date. Sementara itu, indeks komposit Indonesia turun 9%.

Sullivan mengatakan, para pelaku pasar terbaik di Asia tahun ini umumnya negara-negara yang didorong oleh manufaktur di Asia Utara yang terlihat positif dalam jangka panjang.

“Dari perspektif ekonomi global, apa yang kami lihat sebenarnya adalah pemulihan dua tahap atau dua kecepatan. Ini karena data terus menunjukkan sektor jasa yang masih sangat terbatas secara global, sementara manufaktur telah kembali dengan sangat baik. Kami mencari kinerja yang lebih baik dari keseluruhan basis ekonomi Tiongkok dan beberapa pasar Asia Utara. Dalam jangka panjang, kami masih melihat ekonomi yang digerakkan oleh manufaktur di Tiongkok dan Asia Utara terlihat sangat baik,” demikian penjelasan Sullivan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN