Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi bursa Asia (Foto: AFP)

Ilustrasi bursa Asia (Foto: AFP)

Pasar Asia-Pasifik Jatuh Pasca Inflasi AS Naik Lebih Cepat

Kamis, 14 Juli 2022 | 08:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

SINGAPURA, investor.id — Saham di Asia-Pasifik jatuh pada hari Kamis setelah laporan inflasi di Amerika Serikat (AS).yang lebih panas dari perkiraan. 

Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,11% sementara indeks Topix turun 0,32%. Di Korea Selatan, Kospi turun 0,66% dan Kosdaq turun 0,37%. S&P/ASX 200 Australia naik 0,15%.

Harga konsumen naik 9,1% dari tahun lalu, di atas perkiraan Dow Jones 8,8%. Itu adalah kecepatan tercepat sejak November 1981, dan investor khawatir tentang seberapa agresif Fed harus melawan kenaikan harga. Memicu spekulasi bahwa Fed bisa menaikkan suku bunga 100 basis poin bulan ini, seperti yang dilakukan bank sentral Kanada pada hari Rabu.

Baca juga: Wall Street Turun, Inflasi Panas Bawa Peluang Suku Bunga Naik Lebih Besar

Dalam data ekonomi, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan, produk domestik bruto negara itu tumbuh 4,8% pada kuartal II-2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka itu naik dari 4% pada kuartal pertama tahun ini, tetapi lebih rendah dari pertumbuhan 5,2% yang diperkirakan para analis dalam jajak pendapat Reuters.

Otoritas Moneter Singapura memperketat kebijakan moneter dalam langkah off-cycle Kamis. Bank sentral mengatakan akan memusatkan kembali kebijakan nilai tukar, yang dikenal sebagai nilai tukar efektif nominal dolar Singapura, ke tingkat yang berlaku. Dolar Singapura naik menjadi 1,3961 terhadap greenback setelah pengumuman tersebut.

Baca juga: Euro Kembali Menguat, Dolar Turun Setelah Inflasi AS Melonjak

Semalam di AS, saham turun menyusul laporan inflasi. Dow Jones Industrial Average turun 208,54 poin, atau 0,67%, menjadi 30.772,79, sedangkan S&P 500 turun 0,45% menjadi 3.801,78. Nasdaq Composite turun 0,15% menjadi ditutup pada 11.247,58.

Inversi kurva imbal hasil di Departemen Keuangan AS, dilihat sebagai sinyal resesi, melebar pada hari Rabu di Amerika Serikat. Imbal hasil 2-tahun terakhir berada di 3,1817%, lebih tinggi dari 2,9465% untuk catatan 10-tahun. Hasil bergerak berbanding terbalik dengan harga.

Australia akan melaporkan data pengangguran hari ini. Pembuat chip Taiwan TSMC dan Fast Retailing Jepang akan melaporkan pendapatan Kamis juga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com