Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AFP / MANDEL NGAN )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: AFP / MANDEL NGAN )

Pasar Respons Negatif Komentar Terbaru Trump

Iwan Subarkah Nurdiawan, Rabu, 4 Desember 2019 | 06:46 WIB

LONDON, investor.id – Indeks saham global sebagian besar melemah pada perdagangan Selasa (3/12), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingatkan tidak ada batas waktu untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.

Ketidakpastian soal ini juga kembali mengemuka setelah AS mengenakan lagi tarif atas impor baja dan aluminum dari Argentina serta Brasil. AS juga mengancam akan menjatuhkan tarif besar terhadap Prancis, selain mengingatkan Tiongkok akan langkah-langkah baru jika perundingan dagang gagal membuahkan hasil.

Trump, yang berkomentar di London, Inggris untuk mengikuti pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), mengingatkan bahwa upaya-upaya untuk menyelesaikan sengketa dagang bisa menunggu hingga usai pilpres AS pada November 2020.

“Saya tidak ada batas waktu. Saya rada menyukai ide untuk menunggu sampai setelah pemilu untuk mencapai kesepakatan dengan Tiongkok,” ujar Trump, kepada wartawan setibanya di Inggris.

Pasar saham global berkali-kali terguncang dan ketegangan geopolitik meletus karena perang dagang AS dan Tiongkok, beserta naik turun upaya untuk mencapai kesepakatannya. Neil Wilson, analis Markets.com mengatakan, pasar saham di Eropa dan pasar berjangka AS terpukul setelah Trump kembali mengulur waktu soal perdagangan.

“Peluang tercapainya kesepakatan pada 15 Desember menjadi menipis lagi. Setelah berpekan-pekan muncul suara yang cukup positif bahwa kesepakatan tak lama lagi tercapai, sangat dirasakan sekarang bahwa kesepakatan itu tidak akan dalam waktu dekat. Pasar harus memperhitungkan lagi hal ini,” tutur Wilson.

Trump pekan lalu sesumbar mengatakan bahwa AS dalam tahap akhir negosiasi untuk mencapai salah satu kesepakatan perdagangan paling penting. Tapi ia kemudian membuat Tiongkok marah karena menyuarakan dukungan terhadap kelompok demonstran pro-demokrasi di Hong Kong.

Padahal optimisme akan tercapainya kesepakatan tahap pertama itu yang mendukung pasar saham dalam beberapa pekan terakhir. Wall Street sampai mencapai beberapa rekor tertinggi baru.

Tapi, sentimen yang dimiliki para investor luntur pada Senin (2/12), setelah Trump mengatakan akan mengenakan lagi tarif baja dan aluminum terhadap dua negara Amerika Selatan tersebut. Trump menuding Brasil dan Argentina memanipulasi nilai tukar mata uangnya, sehingga memukul para petani AS.

Pemerintah AS kemudian juga mengingatkan dapat menjatuhkan tarif hingga 100% terhadap barang Prancis senilai US$ 2,4 miliar. AS beranggapan bahwa pajak digital yang dikenakan oleh Prancis diskriminatif terhadap perusahaan-perusahaan teknologi AS, seperti Google, Apple, dan Amazon.

Minuman anggur, yoghurt, dan keju Roquefort asal Prancis dapat terkena tarif itu paling cepat bulan depan. Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer mengatakan, pihaknya juga mempertimbangkan langkah serupa terhadap Austria, Italia, dan Turki.

Pada Selasa, Prancis mengingatkan akan merespons keras ancaman tarif mana pun. Uni Eropa (UE) juga mengingatkan, pihaknya dapat mengeluarkan respons bersama terhadap ancaman AS atas Prancis tersebut.

Kembalinya ketidakpastian dagang, ditambah dengan data sektor manufaktur yang mengecewakan, membuat tiga indeks saham utama di Wall Street ditutup turun pada Senin waktu setempat.

Pada konferensi pers tersebut, Trump mengatakan AS ingin mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Masalahnya, tandas Trump, bukan karena Tiongkok yang menginginkan kesepakatan, tapi bilamana dirinya ingin mencapai kesepakatan.

“Saya tidak tahu apakah saya ingin mencapainya tapi itu akan segera diketahui. Semuanya bakal terkejut,” kata dia. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA