Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pasar Eropa. ( Foto: europeanmarketlink.com )

Ilustrasi pasar Eropa. ( Foto: europeanmarketlink.com )

Pasar Terhenyak oleh Dampak Nyata Covid-19

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 02:00 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pasar saham dunia nyaris stagnan pada perdagangan Jumat (31/7), setelah kabar buruk demi kabar buruk bermunculan dengan berita-berita tentang kemerosotan tajam kegiatan ekonomi. Situasi ini menunjukkan dampak nyata dari wabah virus corona Covid-19 terhadap ekonomi global.

Sinyal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menunda pemilihan presiden (pilpres) November 2020 juga mengguncang para investor. Sehingga nilai tukar euro menguat ke level tertinggi dalam dua tahun di angka US$ 1,1909 di awal perdagangan di Asia.

Sementara pasar Eropa harus menelan kejatuhan produk domestik bruto dua digit dan laporan-laporan suram sebagian besar korporasi. Kegiatan ekonomi maupun para korporasi sama-sama terdampak parah oleh wabah yang muncul pertama kali di Tiongkok pada akhir tahun lalu ini.

Ekonomi kontraksi di level rekor 13,8% pada kuartal dua 2020. Sedangkan ekonomi Spanyol anjlok 18,5% dan jatuh ke dalam resesi. Lalu Portugal kontraksi 14,1% dan ekonomi Italia anjlok 12,4%.

Eropa secara keseluruhan juga mencatatkan kontraksi terbesar pada kuartal II. PDB-nya anjlok 12,1% untuk zona euro dan 11,9% untuk seluruh Uni Eropa (UE).

“Angka-angka PDB yang dirilis hari ini mengonfirmasikan dampak ekonomi yang sangat merusak dari pandemi ini. Angka-angka PDB hari ini juga memperlihatkan kontraksi historis PDB, tapi kerusakan ekonomi sangat besar yang ditimbulkan oleh pandemi ini tidak lah mengejutkan,” ujar Rosie Colthorpe, analis Oxford Economic, seperti dikutip AFP.

Sementara dampak Covid-19 terhadap ekonomi AS bahkan jauh lebih buruk dibandingkan Eropa. Ekonomi AS tumbang 32,9% antara April dan Juni 2020, seiring ditutupnya kegiatan usaha untuk mengendalikan penyebaran penyakit mematikan ini.

Angka tersebut menunjukkan kuartal terburuk bagi AS sejak pencatatannya dilakukan pasca-Perang Dunia II. Angka-angka terbaru ini menambah kekhawatiran tentang dampak jangka panjang secara ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Ini hari yang kelabu bagi ekonomi global, seiring nyatanya dampak Covid-19. Negara ekonomi terbesar Eropa pun terpukul dan mencatatkan penurunan terbesar sejak 1970,” kata Stephen Brennock, analis PVM. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN