Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tentara wanita Taiwan, mengenakan masker di tengah pandemi virus corona Covid-19, berdiri dalam formasi di atas artileri howitzer self-propelled M110A2 buatan Amerika Serikat (AS) selama kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke pangkalan militer di Tainan, Taiwan selatan. ( Foto: SAM YEH / AFP )

Tentara wanita Taiwan, mengenakan masker di tengah pandemi virus corona Covid-19, berdiri dalam formasi di atas artileri howitzer self-propelled M110A2 buatan Amerika Serikat (AS) selama kunjungan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke pangkalan militer di Tainan, Taiwan selatan. ( Foto: SAM YEH / AFP )

Pasukan Khusus AS Diam-Diam Melatih Militer Taiwan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Pasukan operasi khusus Amerika Serikat (AS) telah diam-diam melatih pasukan Taiwan selama berbulan-bulan. Pemerintah Tiongkok bereaksi dengan peringatan bahwa langkah tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada hubungan antara AS dan Tiongkok.

Kontingen sekitar 20 operasi khusus dan pasukan konvensional telah melakukan pelatihan selama kurang dari setahun. Hal ini disampaikan pejabat Pentagon, yang menolak disebutkan namanya, kepada AFP. Sumber tersebut menambahkan, beberapa pelatih telah bergantian masuk dan keluar.

Pejabat itu sebagian besar mengkonfirmasi laporan Wall Street Journal yang mengatakan pelatihan telah berlangsung selama setidaknya satu tahun, di tengah meningkatnya ancaman verbal pemerintah Tiongkok terhadap pulau sekutu AS tersebut.

Pihak berwenang Tiongkok telah menentang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, namun dipandangnya sebagai wilayahnya sendiri yang akan direbut suatu hari nanti, dengan paksa jika perlu. Tiongkok telah mengadakan pertukaran diplomatik secara resmi dan secara agresif mencoba menghalangi politisi mengunjungi Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Tiongkok bereaksi dengan marah terhadap laporan tersebut pada Jumat (8/10). Kementerian Luar Negeri Tiongkok memberi peringatan bahwa AS harus mengakui sensitivitas tinggi dari situasi Taiwan dan bahaya serius dari tindakannya.

"AS harus menghentikan penjualan senjata ke Taiwan dan hubungan militer AS-Taiwan, agar tidak merusak secara serius hubungan Tiongkok-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian dalam sebuah pengarahan, Jumat (8/10).

"Tiongkok akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya," tegasnya.

Kementerian Pertahanan Taiwan menolak mengomentari laporan tersebut. Tetapi juru bicara Pentagon John Supple mengatakan bahwa secara umum, dukungan pemerintah AS untuk militer Taiwan diukur dari kebutuhan pertahanannya.

"Dukungan kami untuk dan hubungan pertahanan dengan Taiwan tetap selaras melawan ancaman saat ini yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat Tiongkok," kata Supple dalam pernyataan jawaban.

Media Taiwan melaporkan pada November 2020, mengutip Komando Angkatan Laut Taiwan, bahwa pasukan AS telah tiba di sana untuk melatih marinir pulau dan pasukan khusus dalam operasi kapal kecil dan operasi amfibi.

Namun laporan tersebut kemudian dibantah oleh pejabat AS dan Taiwan, yang menekankan bahwa kedua belah pihak hanya terlibat dalam pertukaran dan kerja sama militer bilateral.

Hingga saat ini, pemerintah AS memasok senjata ke Taiwan, termasuk rudal untuk pertahanan dan jet tempur. Upaya ini dilakukan untuk melawan Tiongkok, yang telah mengancam akan secara paksa merebut kembali kendali pulau itu dan menyatukannya dengan Tiongkok.

Pemerintah AS juga mempertahankan komitmen ambigu untuk membela Taiwan. Sebuah video yang dirilis tahun lalu dan ditampilkan di media Taiwan menunjukkan pasukan AS mengambil bagian dalam latihan di pulau yang dijuluki Balance Tamper.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN