Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi menerima kedatangan Paus Fransiskus setibanya di ibu kota Baghdad, pada 5 Maret 2021. ( Foto: RAQI PRIME MINSTER

Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi menerima kedatangan Paus Fransiskus setibanya di ibu kota Baghdad, pada 5 Maret 2021. ( Foto: RAQI PRIME MINSTER

Paus Fransiskus Senang Mendarat di Irak

Sabtu, 6 Maret 2021 | 06:44 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BAGDAD, investor.id - Paus Fransiskus mendarat di Irak pada Jumat (5/3), dalam kunjungan kepausan pertama kalinya ke negara tersebut. Kunjungan tersebut menepis kekhawatiran akan masalah keamanan dan pandemi, tapi Paus hendak menghibur salah satu masyarakat Kristen tertua dan paling tertindas di dunia.

Pria berusia 84 tahun itu, yang mengatakan dia bepergian ke Irak sebagai peziarah perdamaian, juga akan menggapai Muslim Syiah Irak, saat bertemu dengan ulama terbesarnya, Ayatollah Ali Sistani.

Paus meninggalkan Roma Jumat pagi untuk perjalanan empat hari, pertama kalinya ke luar negeri sejak pandemi Covid-19. Dikatakan, kondisi ini yang membuat pemimpin 1,3 miliar umat Katolik dunia itu mengatakan dirinya merasa seperti terkurung di dalam Vatikan.

"Saya senang melanjutkan perjalanan dan perjalanan simbolis ini juga merupakan kewajiban ke tanah yang telah menjadi martir selama bertahan-tahun," katanya kepada wartawan di dalam pesawat, Jumat (5/3).

Pesawat yang digunakan paus mendarat pada pukul 13.55 dan mengibarkan bendera Kota Vatikan dan Irak saat mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Baghdad. Di sana, Perdana Menteri (PM) Irak Mustafa al-Kadhemi menyambutnya.

"Dengan cinta dan perdamaian, rakyat dan pemerintah Irak menyambut Sri Paus Fransiskus dan menegaskan kembali kedalaman ikatan kemanusiaan ini," ujar Kadhemi menjelang kedatangan paus.

Sementara Paus Fransiskus telah divaksinasi, Pemerintah Irak masih dicengkeram oleh gelombang kedua infeksi dengan lebih dari 5.000 kasus per hari. Kondisi ini mendorong pihak berwenang untuk memberlakukan penguncian penuh selama kunjungan Paus.

"Saya akan mencoba mengikuti arahan dan tidak berjabat tangan dengan semua orang, tetapi saya tidak ingin menjaga jarak terlalu jauh," ujar Paus Fransiskus sebelum kedatangannya.

Sangat Menderita

Paus Fransiskus dijadwalkan memimpin lebih dari belasan kebaktian di gereja-gereja yang porak poranda, stadion yang direnovasi, dan lokasi gurun terpencil, di mana kehadiran akan dibatasi untuk memungkinkan jarak sosial diterapkan.

Di Irak, ia akan melakukan perjalanan lebih dari 1.400 kilometer (km) dengan pesawat dan helikopter, terbang di area di mana pasukan keamanan masih memerangi sisa-sisa IS.

Untuk perjalanan yang lebih pendek, Paus akan naik mobil lapis baja di jalan beraspal baru. Jalanan akan dipagari dengan bunga dan poster penyambutan pemimpin yang dikenal di sini sebagai Baba Al-Vatican.

Kunjungan Paus dikatakan telah sangat menyentuh umat Kristen Irak, yang jumlahnya telah menyusut selama bertahun-tahun penganiayaan dan kekerasan sektarian, dari 1,5 juta pada 2003 menjadi kurang dari 400.000 saat ini.

"Kami berharap Paus akan menjelaskan kepada pemerintah bahwa mereka perlu membantu rakyatnya. Kami sangat menderita, kami membutuhkan dukungan," ujar seorang warga Kristen dari Irak utara, Saad al-Rassam, kepada AFP.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN