Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif United Nations Childrens Fund (Unicef) Henrietta Fore. ( Foto: UNICEF / UN0154449 / Nesbitt )

Direktur Eksekutif United Nations Childrens Fund (Unicef) Henrietta Fore. ( Foto: UNICEF / UN0154449 / Nesbitt )

PBB Desak Dunia Membantu India Sekarang

Selasa, 4 Mei 2021 | 06:48 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Direktur Eksekutif United Nations Children's Fund (Unicef) Henrietta Fore mengungkapkan kekhawatiran sangat besar terhadap krisis Covid-19 yang saat ini melanda India. Dia mendesak dunia untuk segera mengirimkan bantuan ke negara tersebut.

Unicef sendiri merupakan badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertanggung jawab memberikan bantuan kepada anak-anak di seluruh dunia. Pernyataan itu disampaikan Fore kepada CNBC dalam Pekan Imunisasi Dunia.

Menurut dia, ini adalah perlombaan untuk menyelamatkan nyawa melalui vaksinasi, terutama di beberapa negara termiskin di dunia dengan sistem kesehatan yang sangat rapuh.

Sebagai informasi, India berada di tengah gelombang kedua virus corona Covid-19 yang mematikan. Tercatat pada Sabtu (1/5), kasus virus corona harian di negara itu telah melampaui 400.000 untuk pertama kalinya. Sedangka saat ini total kasus di India telah mencapai 19 juta, dan lebih dari 215.000 jiwa telah meninggal akibat Covid.

“Ini mengkhawatirkan karena beberapa alasan. Pertama, apakah ini pendahulu dari apa yang mungkin terjadi di negara lain, terutama negara di Afrika, dengan sistem perawatan kesehatan yang jauh lebih lemah? Ini mengkhawatirkan karena sistem perawatan kesehatan mereka kewalahan. Ada kebutuhan oksigen dan terapi luar biasa dalam pandemi ini di negara lain pada skala ini,” ujar Fore pekan lalu, yang dikutip CNBC pada Senin (3/5).

Fore menambahkan, baik Unicef dan program vaksin global Covax telah mengirimkan bantuan ke negara itu. Dan bantuan dari negara lain ikut membuat perbedaan besar.

“Tetapi itu tidak cukup karena India adalah bagian dari rantai pasokan kami. Jadi, di situlah kami mendapatkan banyak vaksin, di situ juga tempat kami harus memberikan bantuan sebagai dunia untuk India sekarang,” kata dia.

Namun, Fore mengatakan bahwa sulit untuk memfokuskan investasi global guna membantu program tersebut.

“Di fasilitas Covax ada permintaan senilai US$ 23 miliar. Angka ini terdengar seperti jumah yang besat, tetapi sebenarnya, ketika Anda melihat produk domestik bruto (PDB) global dan apa yang tersedia di dunia, maka jumlahnya sangat kecil. Jadi Anda menyadari bahwa sebagai dunia kita mampu membelinya, dan jika kita bisa memberikan vaksin kepada anak-anak dan orang dewasa di tahun-tahun mendatang, kita akan menjadi dunia yang akan memiliki lebih banyak kesetaraan, lebih adil, lebih banyak kesehatan secara menyeluruh,” demikian penjelasannya.

Bantu Kami Sekarang

Ada pun salah satu konsekuensi dari pandemi Covid-19 , adalah dunia berhenti memperhatikan program imunisasi rutin lainnya. Fore mengingatkan, ada sekitar 60 kampanye imunisasi rutin yang telah dihentikan secara global, karena negara-negara fokus menangani pandemi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut – seraya terus membantu pemulihan dari pandemi global – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Unicef, Gavi, Aliansi Vaksin, dan mitra lainnya, mendukung strategi global yang dikenal sebagai Agenda Imunisasi 2030. Inisiatif ini bertujuan menyelamatkan 50 juta hidup melalui strategi global baru yang ambisius untuk memaksimalkan dampak vaksin yang menyelamatkan nyawa melalui sistem imunisasi yang lebih kuat.

Fore menuturkan, baru sekitar setengah dari vaksinasi dunia terjadi sebagai hasil dari imunisasi rutin Unicef untuk anak-anak.

“Polio, campak, demam kuning, semua ini adalah vaksin yang dibutuhkan anak-anak, tetapi juga vaksin yang dibutuhkan orang dewasa. Jadi kami meminta para keluarga untuk datang ke puskesmas di komunitas mereka sendiri, membawa anak-anak mereka, mendapatkan vaksinasi untuk penyakit anak-anak ini, juga mendapatkan vaksin Covid, dan kami dapat menyelamatkan 50 juta jiwa,” katanya.

Ketika ditanya apakah Fore memiliki pesan untuk para pemimpin global hari ini, dia mengatakan agar bantuan segera datang sekarang. Karena pihaknya khawatir dunia tidak memperhatikan hal-hal seperti imunisasi rutin.

“Kami tidak bisa kehilangan populasi ini, anak-anak kami, karena satu wabah sementara kami mengkhawatirkan Covid sebagai pandemi bagi dunia kami, jadi tolong bantu kami sekarang,” ujarnya.

Terlepas dari pandemi global yang sedang berlangsung, Fore mengatakan waktu yang tepat untuk fokus pada inisiatif semacam itu.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN