Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

PBB: Ekonomi Dunia Tumbuh 3% pada 2018 dan 2019

Gora Kunjana, Selasa, 12 Desember 2017 | 11:12 WIB

NEW YORK - Perekonomian dunia diperkirakan akan tetap stabil pada 2018 dan 2019 setelah mencatat tingkat pertumbuhan mengesankan 3% pada 2017, kata laporan bertajuk "Situasi Ekonomi Dunia dan Prospek 2018" yang diluncurkan Senin (11/12) di Markas Besar PBB, New York.

Pertumbuhan pada 2017 merupakan kinerja terkuat ekonomi dunia sejak 2011. Pertumbuhan global diperkirakan akan tetap stabil pada 3% pada 2018 dan 2019, kata laporan tersebut.

Perbaikan meluas, dengan sekitar dua pertiga negara di dunia mengalami pertumbuhan yang lebih kuat di 2017 daripada tahun sebelumnya.

Situasi ekonomi global yang membaik memberi kesempatan bagi negara-negara untuk memfokuskan kebijakan terhadap isu-isu jangka panjang seperti menangani perubahan iklim, mengatasi ketidaksetaraan yang ada dan menghapus hambatan kelembagaan terhadap pembangunan, menurut laporan tersebut.

"Situasi Ekonomi dan Prospek Dunia 2018 menunjukkan bahwa kondisi makroekonomi saat ini menawarkan ruang lingkup pembuat kebijakan yang lebih luas untuk menangani beberapa isu mengakar, yang terus menghambat kemajuan menuju Sasaran Pembangunan Berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di pengantar laporan tersebut.

Dalam peluncuran laporan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenmin, mencatat: "Sementara kemajuan dalam pertumbuhan global merupakan tanda selamat datang bagi ekonomi yang lebih sehat, penting untuk diingat bahwa ini mungkin terjadi dengan biaya lingkungan. Ini menyerukan upaya yang lebih kuat untuk mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan."


Laporan tersebut juga memperingatkan risiko-risiko, termasuk perubahan dalam kebijakan perdagangan, pemburukan mendadak kondisi keuangan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. (ant/xinhua)

BAGIKAN