Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. ( Foto:  STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. ( Foto: STEFAN ROUSSEAU / POOL / AFP )

Pelanggar Aturan Covid di Inggris akan Didenda 10.000 Pound

Senin, 21 September 2020 | 07:08 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah Inggris pada Sabtu (19/9) mengeluarkan aturan baru untuk mendisiplinkan warganya terhadap protokol penanganan pandemi virus corona Covid-19. Mereka yang menolak isolasi mandiri akan dikenai denda hingga 10.000 pound atau setara Rp 190 juta.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akhir pekan lalu mengatakan, negaranya akan menghadapi gelombang kedua infeksi Covid-19. Untuk menghindarkannya, pemerintah menerapkan pembatasan-pembatasan baru terhadap empat juta warga di wilayah barat laut, utara, dan tengah.

Lalu mulai 28 September 2020, semua orang yang positif Covid-19 dari hasil tes atau program pelacakan pemerintah, akan diwajibkan isolasi mandiri.

“Cara terbaik kita dapat memerangi virus ini adalah semua orang mematuhi aturan dan isolasi mandiri jika berisiko menularkan virus corona. Siapa pun jangan meremehkan betapa pentingnya regulasi baru ini. Semua orang wajib melakukannya jika terinfeksi atau karena diminta melakukannya oleh NHS Test and Trace,” tutur Johnson.

Saat ini, orang yang memiliki gejala atau hasil tesnya positif diminta isolasi mandiri selama 10 hari. Sedangkan mereka yang tinggal dengan seseorang yang bergejala atau hasil tesnya positif harus isolasi mandiri selama 14 hari.

Besaran denda akan dimulai dari 1.000 pound. Yakni untuk mereka yang melanggar aturan karantina sehabis perjalanan ke luar negeri. Dan yang terbesar 10.000 pound untuk pelanggaran yang diulang-ulang dan pelanggaran terburuk, termasuk perusahaan yang mengancam akan mengisolasi mandiri stafnya tanpa dibayar upahnya.

Sementara bagi yang mematuhi protokol akan ada insentif. Warga berpenghasilan rendah dapat mengklaim tambahan tunjangan sebesar 500 pound jika tidak bisa bekerja dari rumah selama isolasi mandirinya.

“Walau sebagian besar warga sudah melakukan yang terbaik untuk mematuhi aturan, saya tidak ingin melihat situasi yang mana orang-orang tidak merasa sanggup secara finansial untuk isolasi mandiri,” ujar Johnson.

Sejauh ini, jumlah kematian akibat Covid-19 di Inggris mencapai hampir 42.000 orang atau terburuk di antara seluruh negara di Eropa.

Setelah jumlah kasus menurun sepanjang musim panas, sekarang melonjak lagi. Hingga Johnson pada Jumat (18/9) mengingatkan akan adanya gelombang kedua infeksi.

“Kita sudah menyaksikannya di Prancis, di Spanyol, di seluruh Eropa. Saya takut kita juga akan mengalaminya,” kata Johnson.

Aturan baru itu antara lain membatasi jumlah kerumunan maksimal enam orang untuk yang tidak serumah. Tapi Johnson enggan untuk menerapkan kembali karantina nasional. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN