Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pangeran Philip dari Inggris, yang bergelar Duke of Edinburgh, meninggal dunia pada 9 April 2021. ( Foto: VICTORIA JONES / POOL / AFP )

Pangeran Philip dari Inggris, yang bergelar Duke of Edinburgh, meninggal dunia pada 9 April 2021. ( Foto: VICTORIA JONES / POOL / AFP )

Inggris Berkabung

Pemakaman Pangeran Philip akan Dilangsungkan Secara Sederhana

Sabtu, 10 April 2021 | 07:03 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Kepergian Pangeran Philip untuk selamanya di usia ke-99 tahun, pada Jumat (9/4) diiringi duka mendalam, tidak hanya di keluarga Kerajaan Inggris, melainkan seluruh negeri juga dunia. Masa berkabung pun telah ditetapkan berdasarkan protokol yang sudah terlatih, mengingat status Pangeran Philip sebagai bangsawan senior.

Lantas bagaimana tata cara pemakaman Duke of Edinburgh tersebut akan digelar di tengah situasi pandemi virus corona Covid-19?

Tanpa Pemakaman Kenegaraan

Menilik dari serial drama Netflix, berjudul “The Crown” yang mengisahkan perjalanan kekuasaan Ratu Elizabeth II, terdapat sandi yang diberikan jika keluarga kerajaan meninggal dunia. Pemakaman Pangeran Philip diberi sandi “Forth Bridge” - nama dari sebuah jembatan yang menghubungkan Edinburgh dengan Perth dan salah satu jembatan terpanjang di dunia. Sedangkan persiapan untuk pemakaman istrinya, Ratu Elizabeth II diberi nama sandi “London Bridge”. Untuk putra tertua dan pewarisnya, Pangeran Charles, bersandikan “Menai Bridge”, sebua jembatan gantung yang terletak di barat laut Wales.

Beberapa jam setelah mengumumkan wafatnya Pangeran Philip, Istana Buckingham segera mempersiapkan prosesi pemakamannya. Sementara itu, acara peringatan resmi lain masih dalam pertimbangan Ratu Elizabeth II. Penjelasan lebih lanjut juga akan disampaikan sesuai waktunya, seraya meminta publik untuk tidak berkumpul dan berkerumunan untuk mengungkapkan belasungkawa.

Namun Royal College of Arms, sebuah organisasi yang terlibat erat dalam implementasi protokol dan proklamasi kerajaan, merinci beberapa formalitas. “Bahwa pemakaman tidak dilakukans secara kenegaraan dan tidak akan disemayamkan di istana negara,” demikian tertulis di situs laman.

“Jenazah Yang Mulia akan disemayamkan di Kastil Windsor sebelum dimakamkan di Kapel St George. Ini sesuai dengan kebiasaan dan keinginan Yang Mulia,” demikian disampaikan situs laman Royal College of Arms, yang dikutip AFP.

Tata pelaksanaan pemakaman akan direvisi karena terkait dengan aturan pembatasan virus corona, dan anggota masyarakat diminta untuk tidak berusaha menghadiri atau berpartisipasi dalam acara apa pun di pemakaman”.

Sebagai informasi, peraturan Pemerintah Inggris sehubungan virus corna telah dilonggarkan mulai Senin (5/4), dan hanya mengizinkan hingga 30 orang untuk menghadiri pemakaman.

Para pelayat berkumpul di luar gerbang Istana Buckingham, di pusat kota London pada 9 April 2021, setelah pengumuman wafatnya  Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh. ( Foto: JUSTIN TALLIS / AFP )
Para pelayat berkumpul di luar gerbang Istana Buckingham, di pusat kota London pada 9 April 2021, setelah pengumuman wafatnya Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh. ( Foto: JUSTIN TALLIS / AFP )

Inginkan Pemakaman Sederhana

Penerapan aturan keamanan karena pandemi Covid-19 yang melanda Inggris, tampaknya sesuai dengan keinginan mendiang Pangeran Philip sejak lama yang tidak mau merepotkan semua pihak. Demikian dilaporkan surat kabar.

Berbeda, dengan meninggalnya ibunda dari Ratu Elizabeth II. Saat wafat pada 2002, mendiang Ratu Elizabeth disemayamkan di aula Istana Westminster yang bersejarah, di sebelah Gedung Parlemen. Saat disemayamkan, sekitar 200.000 orang hadir untuk memberi penghormatan. Bahkan antreannya berkelok-kelok menyusuri Sungai Thames.

Menurut kabar, Pangeran Philip – yang merupakan mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan – pernah mengatakan menginginkan upacara pemakaman ala militer di Kapel St George, tempat Pangeran Harry dan Meghan Markle menikah pada 2018.

Tapi dia tidak ingin dikuburkan di Kapel St George atau di Gereja Westminster Abbey, melainkan di tempat pemakaman untuk keluarga kerajaan di Frogmore Gardens, Kastil Windsor. Di lokasi ini, Ratu Victoria dan suaminya Pangeran Albert dimakamkan. Edward VIII, yang turun tahta untuk menikahi Wallis Simpson, juga dimakamkan di tempat itu.

Bahkan Pangeran Philip disebut sangat terlibat dalam tata pelaksana pemakamannya yang dikoordinasikan oleh Kantor Pengurus Rumah Tangga di Istana Buckingham.

“Yang (diinginkan) hadir adalah anggota keluarga, teman, dan kepala-kepala negara Persemakmuran,” lapor Mirror.

Menurut laporan, Lord Chamberlain adalah petugas paling senior dari Rumah Tangga Kerajaan yang kerap mengatur acara-acara seremonial, seperti pesta kebun dan kunjungan kenegaraan. Posisi saat ini dipegang oleh William Peel, Earl Peel ke-3, yang akan segera pensiun dan diserahkan kepada Andrew Parker, Baron Parker dari Minsmere, mantan direktur jenderal badan keamanan domestik MI5.

Nantinya di bawah protokol, Lord Chamberlain pertama-tama berkonsultasi dengan perdana menteri dan kemudian ratu untuk menyetujui pengumuman kematian dan pemakaman. Kemudian, Istana Buckingham secara resmi mengumumkan kabar duka cita, yang secara otomatis memicu program khusus yang telah dilatih dengan baik di media nasional.

Ratu Elizabeth II dan  Pangeran Philip, yang bergelar Duke of Edinburgh, saat merayakan ulang tahun pernikahan ke-73 dengan merilis foto yang menunjukkan kegiatan mereka membuka kartu ucapan dari anak-anak Duke dan Duchess of Cambridge. ( Foto: Chris Jackson / Getty Images )
Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, yang bergelar Duke of Edinburgh, saat merayakan ulang tahun pernikahan ke-73 dengan merilis foto yang menunjukkan kegiatan mereka membuka kartu ucapan dari anak-anak Duke dan Duchess of Cambridge. ( Foto: Chris Jackson / Getty Images )

Masa Berkabung Nasional

Lembaga College of Arms mengatakan semua bendera resmi, termasuk Union Jack, akan dikibarkan setengah tiang sampai pukul 08.00 pagi hari setelah pemakaman. Namun lambang kerajaan atau The Royal Standard akan tetap berkibar di kediaman kerajaan, untuk mewakili keberlangsungan monarki.

Keluarga kerajaan dan anggota keluarga kerajaan akan mengenakan pakaian berwarna gelap dan ban lengan. Situs laman Rumah Tangga Kerajaan juga telah berubah, termasuk platform-platform media sosial resmi keluarga kerajaan.

Menurut Asosiasi Nasional Pejabat Sipil atau National Association of Civic Officers, pemakaman seorang anggota keluarga kerajaan senior harus dilakukan delapan hari setelah meninggal dunia.

Pengumuman selanjutnya yang disampaikan adalah apakah akan ada sesi mengheningkan cipta selama dua menit pada hari pemakaman. Sebagai informasi, pemakaman kerajaan besar terakhir adalah saat Ratu Elizabeth atau Ibu Suri wafat lebih dari sebulan setelah kematian putri bungsunya, Putri Margaret.

Putri Elizabeth (kanan) (calon Ratu Elizabeth II) dan tunangannya Philip Mountbatten (kiri) (calon Duke of Edinburgh) saat mengumumkan pertunangan resmi pasangan ini di Istana Buckingham, di London, Inggris, pada 9 Juli 1947. ( Foto: AFP )
Putri Elizabeth (kanan) (calon Ratu Elizabeth II) dan tunangannya Philip Mountbatten (kiri) (calon Duke of Edinburgh) saat mengumumkan pertunangan resmi pasangan ini di Istana Buckingham, di London, Inggris, pada 9 Juli 1947. ( Foto: AFP )

 

 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN