Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo dari perusahaan-perusahaan digital Amerika Serikat (AS), Google, Apple, Facebook, dan Amazon yang ditampilkan di layar tablet. ( Foto: DENIS CHARLET / AFP )

Logo dari perusahaan-perusahaan digital Amerika Serikat (AS), Google, Apple, Facebook, dan Amazon yang ditampilkan di layar tablet. ( Foto: DENIS CHARLET / AFP )

Pemerintah AS Gugat Google

Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:09 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Selasa (20/10) melayangkan gugatan kepada Google. Gugatan ini akan menjadi kasus antimonopoli dan persaingan usaha terbesar dalam berpuluh tahun terakhir. Juga menjadi ujian besar bagi sektor teknologi AS.

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Departemen Kehakiman AS dan 11 negara bagian. Google dituduh mempertahankan monopoli ilegal dalam bisnis layanan pencarian informasi (search) dan iklan di layanan tersebut. Para penggugat meminta pengadilan untuk meminta Google melakukan sejumlah perbaikan.

“Meminta pengadilan untuk memerintahkan Google meninggalkan praktik-praktik antipersaingan usaha dan mempertimbangkan perubahan struktural untuk memperbaiki hal yang sudah merusak persaingan,” bunyi gugatan tersebut, seperti dikutip AFP.

Gugatan ini dilayangkan menyusul berbulan-bulan penyelidikan oleh aparat penegak persaingan usaha federal dan negara bagian, yang selain memeriksa kekuatan Google, secara paralel juga menyelidiki raksasa teknologi lainnya, seperti Amazon, Facebook, dan Apple.

Hingga berita ini diturunkan, belum banyak keterangan tentang perbaikan apa saja yang diinginkan oleh pemerintah AS. Sementara kasusnya sendiri bakal memakan waktu beberapa tahun hingga selesai.

Tapi dapat memaksa adanya perubahan-perubahan dalam praktik bisnis atau pun pemisahan beberapa bisnis dari kerajaan bisnis Google.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar AS, termasuk Google, sudah beberapa tahun terakhir mendapatkan tekanan politik kanan kiri.

Kubu yang progresif mengklaim para raksasa teknologi itu telah menghambat persaingan dan memperburuk kesenjangan ekonomi. Laporan terbaru Dewan Perwakilan AS menunjukkan bahwa Google dan lainnya harus dipecah untuk melindungi persaingan usaha.

Sementara kubu konservatif menuding para raksasa teknologi itu bias politik. Walau tuduhan ini belum dapat dibuktikan secara nyata.

“Kasus ini akan menjadi gugatan antimonopoli paling terpenting dalam satu generasi terakhir,” ujar Senator Republik Josh Hawley.

Ia menyambut baik langkah Depkeh AS. Hawley sudah lama menjadi pengkritik tajam para raksasa teknologi.

Google juga sudah dijatuhi denda-denda sangat besar di Uni Eropa (UE). Juga karena melanggar persaingan usaha yang sehat. Walaupun Google juga melayangkan banding. Google senantiasa membantah telah melakukan praktik monopoli.

Michael Carrier, profesor spesialis persaingan usaha Universitas Rutgers memperkirakan Google harus mencabut beberapa peranti lunak dari ponsel Android. Kasus ini serupa dengan yang menimpa Microsoft pada 1990-an, yang mana konsumen dipaksa memakai program-program proprietary milik Microsoft.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN