Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan pada 12 Februari 2015. (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)

Karyawan di SPBU Total mengisi sebuah sepeda motor di Jakarta Selatan pada 12 Februari 2015. (FOTO: REUTERS/Darren Whiteside/File Photo)

Pemerintah Minta Pertamina Batasi Penjualan BBM Bersubsidi

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:42 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia telah meminta perusahaan energi negara Pertamina untuk membatasi penjualan bahan bakar bersubsidi agar tidak meningkatkan tekanan pada subsidi energi, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kamis (11/8).

Pemerintah telah meningkatkan subsidi energinya tahun ini menjadi Rp 502 triliun (US$ 34 miliar), bertujuan untuk menjaga harga beberapa bahan bakar dan tarif listrik di tengah kenaikan harga energi global dan depresiasi rupiah.

Baca juga: Ekonom Sarankan MyPertamina Tiru PeduliLindungi

Ini telah membantu menjaga inflasi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini relatif rendah, pada angka 4,94% bulan lalu. Bank Indonesia juga mengatakan ini memberikan ruang untuk menunda kenaikan suku bunga.

Anggaran subsidi mengasumsikan penjualan solar bersubsidi sepanjang tahun akan mencapai 15,1 kiloliter (kL) dan penjualan bensin bersubsidi sebesar 23,1 kL. Tetapi volume penjualan saat ini telah mencapai sekitar level tersebut, kata Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata.

“Makanya saya minta Pertamina mengontrol (volume penjualan) agar APBN tidak mendapat tekanan tambahan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis.

Pertamina berencana membatasi penjualan BBM bersubsidi dengan membuat konsumen mendaftarkan kendaraan mereka secara digital, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi apakah subsidi telah sampai ke penerima yang dituju, kata Sekretaris Perusahaan unit dagang Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada Reuters.

Namun, Pertamina masih menunggu aturan pemerintah tentang penjualan dan distribusi BBM, tambahnya.

Baca juga: Konversi BBM ke BBG Masuk Program Transisi Energi DEN

Para ekonom telah mengritik keputusan pemerintah untuk menaikkan subsidi tahun ini, dengan mengatakan ini akan mengambil uang dari proyek-proyek dengan dampak ekonomi yang lebih besar.

Said Abdullah, ketua komite anggaran parlemen, mengatakan pemerintah dan parlemen akan membahas efektivitas subsidi.

“Jika kita terus mengandalkan APBN (anggaran pendapatan belanja negara) tanpa memperbaiki mekanisme subsidi, banyak agenda prioritas pembangunan nasional tidak akan tercapai,” katanya.

(US$1 = Rp 14.765)

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : REUTERS

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com