Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Perubahan iklim

Ilustrasi Perubahan iklim

Pemerintahan Baru Belanda Fokus ke Perubahan Iklim

Selasa, 11 Januari 2022 | 06:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

DEN HAAG, investor.id - Pemerintah koalisi keempat Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mulai menjabat Senin (10/1), menjadi rekor terpanjang 10 bulan setelah pemilihan setahun sejak pemerintahan Rutte sebelumnya mengundurkan ini.

Koalisi kali ini berjanji untuk fokus pada perubahan iklim dan pandemi virus corona. Pemerintah baru ini telah mengalokasikan sebesar 35 miliar euro (US$ 40 miliar) selama 10 tahun ke depan untuk langkah-langkah iklim.

Pihaknya menyampaikan rencana membangun dua pembangkit listrik tenaga nuklir baru dan menjadi netral iklim pada 2050, ketika salah satu negara dengan dataran terendah dan berpenduduk padat tersebut menghadapi kenaikan permukaan laut.

Pemerintah, termasuk Menteri Iklim dan Energi pertama Belanda Rob Jetten (34), ditugaskan untuk membatasi emisi dan ketergantungan negara pada bahan bakar fosil, terutama gas. Rutte yang dikenal sebagai pengendara sepeda tersebut mengatakan koalisi ingin meletakkan dasar bagi generasi berikutnya, khususnya pada isu iklim karena sekitar sepertiga daratan Belanda berada di bawah permukaan laut.

Sementara itu, koalisi baru juga akan segera menghadapi tugas untuk memutuskan apakah rekor jumlah kasus Omicron berarti harus memperpanjang pembatasan Covid-19 terberat di Eropa, yang akan berakhir pada Jumat (14/1).

Menteri Keuangan baru Sigrid Kaag dilantik oleh Raja Willem-Alexander melalui tautan video karena masih dikarantina setelah dites positif terkena virus corona. Rutte (54) akan menjadi perdana menteri terlama di Belanda akhir tahun ini, sekaligus menjadi pemimpin terlama kedua di Uni Eropa (UE) setelah Viktor Orban dari Hungaria. Tetapi ia mengalami kesulitan memulai pemerintahan keempatnya sejak 2010.

Masa negosiasinya mencatat rekor 271 hari setelah pemilihan pada 17 Maret 2021. Koalisi ini juga terdiri dari empat partai yang sama dengan pemerintah terakhir, yakni Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) kanan-tengah Rutte, Demokrat 66 (D66) berhaluan liberal Sigrid Kaag, Seruan Demokrat Kristen (CDA) kanan-tengah, dan Christen Unie (CU) yang konservatif. Belanda telah membuat rekor lain yang tidak diinginkan dengan berada di bawah pemerintahan sementara selama hampir satu tahun.

Koalisi sebelumnya mengundurkan diri pada Januari 2021 karena skandal tunjangan anak. Sebanyak 14 dari 19 menteri dan sekretaris negara adalah perempuan, merupakan rekor jumlah perempuan dalam koalisi pemerintahan. Rutte dijuluki perdana menteri “Teflon” karena kemampuannya menghindari skandal dan tetap berkuasa.

Pada Desember 2021 ia mengungkapkan keinginan pemerintah barunya memulihkan kepercayaan masyarakat. Janji pengeluaran untuk iklim dan Covid-19 akan membuat Kaag memimpin ekonomi Belanda untuk meninggalkan peran tradisional mereka sebagai pemimpin hemat (frugal) yang terobsesi dengan penghematan anggaran. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN