Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: Mata uang kripto.

Foto ilustrasi: Mata uang kripto.

Penambanganan Bitcoin Marak di Venezuela

Kamis, 2 September 2021 | 05:57 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

KARAKAS, investor.id – Venezuela merupakan salah satu dari beberapa negara di mana listrik murah telah membuat penambangan kripto menjadi usaha langka yang menguntungkan. Di lantai sebuah pabrik di Caracas, hiruk pikuk puluhan komputer tambang bitcoin terdengar tanpa henti, memekakkan telinga.

Di perusahaan bernama Doctorminer, di Caracas timur, hampir 80 komputer menghasilkan bitcoin setara dengan nilai US$ 10.000 per bulan. Masing-masing komputer bernilai sekitar US$ 400 dan besarnya hanya seukuran kotak sepatu.

Proses ini menghasilkan panas yang besar, membutuhkan daya pendinginan konstan dari empat kipas besar.

CEO Doctorminer, Theodoro Toukoumidis mengungkapkan bahwa tagihan listrik untuk semua peralatan tidak sampai US$ 10 untuk satu bulan. Perusahaannya didirikan untuk membangun tambang kripto di seluruh negeri dan menyediakan mesin yang dibutuhkan.

"Kami telah menemukan cara untuk menghasilkan pendapatan dengan mudah mengubah energi menjadi uang," katanya kepada AFP, Rabu (1/9).

Di negara yang sedang mengalami resesi dan menghadapi inflasi tertinggi di dunia yang mencapai hampir 3.000% pada 2020, penambangan kripto menghadirkan peluang ekonomi bagi beberapa orang yang beruntung.

Hal ini dimungkinkan oleh salah satu negara dengan harga listrik terendah di dunia. Komoditas ini disubsidi secara besar-besaran oleh pemerintah Venezuela.

Penambangan adalah salah satu cara untuk meningkatkan mata uang kripto, dengan menempatkan komputer bertenaga tinggi untuk bekerja memecahkan soal matematika yang rumit. Namun biaya listrik merupakan hambatan utama bagi para penambang di banyak negara.

Menghadapi Krisis Ekonomi

Namun di Venezuela, kondisi krisis ekonomi mengesampingkan sebagian besar pertimbangan lain, termasuk pemadaman listrik yang sering terjadi di negara di mana layanan publik telah runtuh. Dengan demikian, di ibukota Karakas dipilih karena gangguan tersebut jarang terjadi.

Para penambang kripto di Venezuela juga tidak terganggu oleh kecepatan internet broadband yang ketiga terendah di Amerika Latin.

"Untuk menambang, Anda tidak memerlukan internet berkecepatan super tinggi," kata peneliti kripto dan ekonom Aaron Olmos, dilansir dari AFP.

Toukoumidis menjual mobilnya dan rekannya menjual sepeda motor, masing-masing untuk membeli komputer penambangan. Pada 2016, di tempat makan kamar rumah, keduanya mulai membangun komputer untuk dijual.

Usaha tersebut terbukti populer. Banyak orang ingin berinvestasi, bahkan tanpa memahami apa pun tentang penambangan kripto.

Saat ini, Doctorminer memiliki sekitar 1.500 penambang yang terhubung ke jaringannya, menurut situs web perusahaan.

Karena nilai mata uang bolivar terpukul oleh krisis ekonomi selama bertahun-tahun, bitcoin menjadi semakin diterima sebagai mata uang di Karakas.

"Memiliki uang kripto adalah jalan keluar dari hiperinflasi, alat tambahan untuk menghadapi krisis," ujar Olmos.

Menurut perusahaan konsultan Olmos, Olmost Group Venezuela, transaksi dengan mata uang kripto mencapai puncaknya pada US$ 303 juta di Venezuela pada 2019, sebelum epidemi virus corona.

Kalangan analis mengatakan, sekarang ini nilai mata uang kripto belum mendekati nilai penuh uang kripto yang beredar karena tidak ada faktor dalam mata uang yang dihasilkan oleh penambangan.

"Ada aktivitas ekonomi besar-besaran yang tidak terlihat," kata Olmos.

Cepat Kembali

Pedro, bekerja sebagai penambang, membeli dua kartu video untuk menambang mata uang kripto pada 2017 seharga US$ 800.

Dia mengatakan kepada AFP bahwa dirinya telah mendapatkan uangnya kembali dalam tiga bulan, dan memperkirakan dia telah mendapatkan sekitar US$ 20.000 secara keseluruhan.

Mata uang dan praktik penambangannya legal, tetapi polisi sering menangkap penambang karena gagal melompati lingkaran birokrasi.

Laporan pemerasan marak di negara yang menempati peringkat 176 dari 180 di Indeks Transparansi Persepsi Korupsi Internasional, dan di mana pejabat publik menuntut suap adalah masalah biasa.

Banyak penambang Venezuela berakhir di balik jeruji karena kekurangan dokumen perizinan, menurut situs web spesialis seperti CriptoNoticias. "Ini adalah sesuatu yang lebih baik untuk tidak dibicarakan," tambah Pedro tentang pekerjaannya.

Pemerintah Nicolas Maduro juga telah mencoba untuk terlibat dalam aksi tersebut, meluncurkan mata uang Petro di 2018. Itu dilarang oleh pemerintah Amerika Serikat dan secara luas dicap penipuan.

Pada tahun yang sama, pemerintah Venezuela meluncurkan regulator kripto bernama Sunacrip, yang sejak itu memperkenalkan penambang kripto di sana.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN