Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Awal kapal ikut partisipasi dalam perlombaan perahu naga tradisional Tiongkok, di Taipei, Taiwan pada 25 Juni 2020. ( Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying )

Awal kapal ikut partisipasi dalam perlombaan perahu naga tradisional Tiongkok, di Taipei, Taiwan pada 25 Juni 2020. ( Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying )

 Pemulihan dari Covid-19 Masih Lambat

Pendapatan Pariwisata Tiongkok Anjlok

Happy Amanda Amalia, Selasa, 30 Juni 2020 | 07:21 WIB

BEIJING, investor.id – Perjuangan Tiongkok untuk menanggulangi ancaman terhadap ekonomi, yang ditimbulkan pandemi virus corona Covid-19, masih jauh dari selesai. Pemberlakuan kembali pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat telah mengurangi laju pemulihan. Ini terbukti dengan anjloknya pendapatan pariwisata hampir 69% selama Festival Perahu Naga tiga hari, yang berakhir pada Sabtu (27/6).

Pembatasan-pembatasan tersebut, utamanya diberlakukan di ibu kota Beijing. Aturan jaga jarak sosial diketatkan lagi. Begitu pula dengan pengawasan perjalanan masuk dan keluar Beijing, setelah muncul klaster kasus Covid-19 selang dua pekan sebelum masa liburan tersebut.

Menurut catatan Pemerintah Tiongkok, banyak objek wisata yang masih membatasi kedatangan pengunjung dari total kapasitas. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok menyampaikan, pada tahun ini tercatat ada sekitar 48,81 juta perjalanan wisata selama festival berlangsung. Dan menghasilkan pemasukan sebesar 12,28 miliar yuan (US$ 1,73 miliar).

Namun, perolehan itu menunjukkan anjlok 68,8% dari 39,33 miliar yuan dibandingkan festival sama pada tahun lalu, yang jatuh pada awal Juni. Selama festival, angka resmi biasanya menunjukkan hampir 95,98 juta perjalanan wisata.

“Data pariwisata dan aktivitas lainnya selama liburan Festival Perahu Naga terakhir (25-27 Juni) menunjukkan pemulihan di sektor jasa masih lemah, karena beberapa alasan yang dapat dimengerti,” ujar Ting Lu, kepala ekonom Tiongkok dari Nomura.

Dia menambahkan, peningkatan langkah-langkah jarak sosial dan kepercayaan konsumen dibayangi oleh ketidakpastian serta tingkat pengangguran yang tinggi.

“Karena kebijakan larangan perjalanan maka nyaris tidak ada perjalanan lintas batas selama liburan Festival Perahu Naga tahun ini. Data ini menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan dari liburan Hari Buruh (Mei),” tutur Lu, seperti dikutip dari CNBC, Senin (29/6)

Covid-19 pertama kali muncul akhir tahun lalu di kota Wuhan, Tiongkok. Untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, lebih dari separuh wilayah negara memperpanjang masa liburan Tahun Baru Imlek sedikitnya selama sepekan pada Februari 2020.

Tetapi saat penyebaran Covid-19 melambat dalam beberapa pekan terakhir, dan kegiatan bisnis serta masyarakat bergulir lagi pada April 2020, Tiongkok dihadapkan pada tantangan baru. Dari para pendatang luar negeri yang membawa virus ke negaranya.

Harapan di Dalam Negeri

Sementara virus ini berkembang menjadi pandemi global, negara-negara ekonomi besar lainnya juga terdampak parah, dan sekarang telah menginfeksi lebih dari 10 juta orang serta merenggut lebih dari setengah juta orang, permintaan ekspor Tiongkok menjadi seret.

Padahal Negeri Tirai Bambu masih terus berupaya mengalihkan ketergantungan ekonominya dari ekspor ke konsumsi domestik. Namun karena sebagian besar perbatasan internasional ditutup, harapannya miliaran dolar AS yang tadinya dibelanjakan untuk pariwisata asing pada tahun lalu, sekarang hendak dialihkan ke dalam negeri.

Angka resmi memperkirakan bahwa pada semester pertama tahun lalu, jumlah wisawatan Tiongkok telah menghabiskan US$ 127,5 miliar di luar negeri, terutama di negara-negara Asia lainnya.

Di sisi lain, tidak diketahui pasti apakah sebagian besar konsumen Tiongkok memiliki pendapatan dan kepercayaan diri untuk berbelanja sebesar itu di tahun ini. Mengingat guncangan yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Namun, menurut Biro Statistik Nasional, angka penjualan barang-barang ritel konsumen di Tiongkok selama lima bulan pertama 2020 telah turun 13,5% dibandingkan tahun lalu, menjadi sekitar 13,87 miliar yuan (US$ 1,95 miliar),

Situs jasa perjalanan perjalanan Tiongkok, Ctrip, menyatakan laju pemulihan permintaan wisatawan melambat selama festival terbaru dibandingkan selama dua hari libur umum lainnya dalam tiga bulan terakhir. (sumber lain)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN