Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pengungsi menggendong  anaknya yang sedang tidur saat mengikuti aksi demonstrasi di Athena, Yunani pada 20 Juni 2020 untuk memperingati Hari Pengungsi Dunia. Mereka menuntut hak dan perumahan bagi para pengungsi dan migran di Yunani. ( Foto: Louisa GOULIAMAKI / AFP )

Seorang pengungsi menggendong anaknya yang sedang tidur saat mengikuti aksi demonstrasi di Athena, Yunani pada 20 Juni 2020 untuk memperingati Hari Pengungsi Dunia. Mereka menuntut hak dan perumahan bagi para pengungsi dan migran di Yunani. ( Foto: Louisa GOULIAMAKI / AFP )

Penerimaan Pengungsi di Era Trump Capai Rekor Terendah

Jumat, 2 Oktober 2020 | 06:28 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pihaknya mengakui rekor terendah dengan tidak lebih dari 15.000 pengungsi selama tahun mendatang meskipun pengungsian global melonjak.

Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengumumkan angka tersebu, selang setengah jam sebelum dimulainya tahun fiskal 2021 pada 1 Oktober. Pemerintahan Trump hampir memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan oleh hukum AS, menyusul kritik dari anggota parlemen.

Angka 15.000, jumlah maksimum pengungsi yang dapat diterima selama 12 bulan ke depan kecuali ada perubahan pemerintahan, adalah pengurangan lebih lanjut dari 18.000 pengungsi tahun lalu. Angka imigran AS turun secara dramatis dari lebih 100.000 di bawah pemerintahan presiden Barack Obama sebelumnya.

Trump, yang telah berkampanye tentang kecaman keras terhadap imigrasi, telah menangguhkan penerimaan pengungsi secara keseluruhan selama beberapa bulan pada 2020, menekankan adanya pandemi Covid-19.

Saat menjelaskan target baru yang diusulkan, Departemen Luar Negeri mengatakan Amerika Serikat ingin membantu orang-orang terlantar sedekat mungkin dengan rumah mereka, sampai mereka dapat kembali pulang. Target tersebut juga masih membutuhkan persetujuan resmi Pemerintah AS.

"Dengan fokus untuk mengakhiri konflik yang mendorong perpindahan di tempat pertama, dan dengan menyediakan bantuan kemanusiaan di luar negeri untuk melindungi dan membantu orang-orang terlantar, kita dapat mencegah efek destabilisasi pengungsian seperti itu di negara yang terkena dampak dan negara-negara tetangga mereka," kata Deplu AS, seperti dikutip AFP.

Para pendukung pengungsi telah memohon kepada pemerintahan Trump untuk meningkatkan penerimaan dengan adanya konflik global dan ketidakstabilan baru karena pandemi.

Hampir 80 juta orang di seluruh dunia mengungsi, dua kali lipat jumlah satu dekade lalu, menurut agensi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 8 September 2020, kebakaran melanda kamp yang menampung 20.000 orang di Pulau Lesbos, Yunani, pintu masuk utama ke Uni Eropa (UE).

Saingan Trump dari Partai Demokrat dalam pilpres 3 November 2020, Joe Biden, telah berjanji untuk menaikkan batas pengungsi ke angka 125.000, mengatakan dirinya menyambut orang yang teraniaya sejalan dengan nilai-nilai AS.

Kampanye Trump telah menjalankan iklan yang menyoroti sikap Biden terhadap pengungsi, mengatakan ia lemah dan akan membawa orang dari tempat berbahaya.

Tidak Ada yang Lebih Dermawan

Ditanya tentang pengurangan mendatang atas kuota pengungsi, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Selasa (29/9), tidak ada negara yang lebih dermawan daripada Amerika Serikat dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

"Anda menyarankan agar kami tidak melakukan bagian yang adil dalam hal pengungsi. Tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran. Kami telah menerima lebih banyak pengungsi di Amerika Serikat daripada negara lain selama 20 tahun terakhir," ungkap Pompeo, menanggapi pertanyaan pada konferensi pers di Roma, Italia.

Pemerintah AS selama bertahun-tahun menerima lebih banyak pengungsi daripada gabungan seluruh dunia. Menurut data PBB, tahun lalu Kanada menduduki puncak sebagai pemimpin, dengan memukimkan kembali lebih dari 30.000 pengungsi.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN