Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak saat tiba di Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur pada 11 November 2019. ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak saat tiba di Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur pada 11 November 2019. ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )

Pengacara Sebut Najib Razak “Korban” Skandal 1MDB

Happy Amanda Amalia, Rabu, 4 Desember 2019 | 07:22 WIB

KUALA LUMPUR, investor.id – Pengacara Najib Razak, Muhammad Shafee Adbullah, menyebut mantan perdana menteri Malaysia itu sebagai korban dari skandal IMDB, yang telah membuat kas negara terkuras di bawah pengawasannya. Pernyatan tersebut disampaikan pengacara dalam sidang pembacaan pembelaan oleh Najib.

“Najib bukan bagian dari konspirasi. Dia adalah korban, seperti halnya orang lain dalam skandal 1MDB. Pemimpinnya adalah Jho Low. Inti dari pembelaan saya adalah seluruh skema dirancang oleh Jho Low,” ujar pengacara Najib, kepada wartawan, merujuk pada burunan Low Taek Jho asal Malaysia.

Jho Low sendiri disebut-sebut berada dalam lingkaran dalam Najib, dan diduga mendalangi skema penipuan rumit yang menyebar dari Amerika Serikat (AS) sampai ke Swiss, Dubai dan Singapura.

Sementara itu di hadapan hakim, Najib menggambarkan Low sebagai orang berpengaruh di negara-negara Timur Tengah.

“Saya pikir pengaruh dan koneksinya akan membantu 1MDB mencapai tujuannya dan menarik investasi,” tuturnya dalam pembacaan pembelaan selama 5 jam.

Najib sendiri berusaha tenang saat menyampaikan pembelaan di dalam ruang sidang yang disesaki pengunjung.

Sejumlah besar uang bernilai jutaan dolar AS milik dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), diduga dicuri oleh mantan perdana menteri dan kroni-kroninya. Uang tersebut digunakan untuk membeli berbagai barang, mulai dari real estat mewah hingga karya-karya seni.

Alhasil, koalisi Najib digulingkan pada pemilihan umum (pemilu) tahun lalu setelah enam dekade berkuasa, yang mana sebagian besar dipicu oleh kemarahan publik atas skandal itu.

Sejak itu dia ditangkap dan dikenakan puluhan tuduhan terkait dengan penjarahan sarana investasi.

Najib (66 tahun) kemudian mulai diadili pada April atas kontroversi kasus yang berkutat seputar transfer 42 juta ringgit (US$ 10,1 juta) dari bekas unit 1MDB SRC International ke rekening pribadi banknya.

Saat tiba di pengadilan untuk membacakan pembelaan, Najib yang mengenakan jas berwarna biru sempat melakukan doa bersama dengan para pendukunya di anak tangga pengadilan.

Pernyataan Tebal

Proses sidang kemudian diawali dengan pengambilan sumpah terhadap Najib. Selanjutnya dia akan menjalani pemeriksaan silang oleh jaksa penuntut dan diperkirakan berada di kursi saksi selama sekitar empat hari.

Dalam penyampaian pembelaan, Najib juga akan membacakan sendiri pernyataannya setebal 243 halaman. Ini mengingat betapa panjang karirnya di bidang politik dan jabatan menteri yang dipegangnya sejak 1978, termasuk jabatan menteri keuangan, serta menceritakan latar belakang yang panjang tentang pendirian 1MDB dan SRC.

Sebelumnya, para pengacara pembela menyampaikan bahwa proses pembacaan pembelaan akan memakan waktu selama dua hari. Tetapi, ketika proses itu berjalan, pengacara mengatakan waktu yang dibutuhkan lebih lama dari yang diduga. Pasalnya, pada hari pertama, Najib hanya mampu membaca 70 halaman pernyataan pembelaan sampai sidang berakhir, dan akan dilanjutkan pada Rabu (4/12).

Najib menghadapi empat tuduhan korupsi dan tiga tuduhan pencucian uang dalam persidangan. Setiap tuduhan korupsi yang dijatuhkan bisa membuatnya dihukum penjara maksimum 20 tahun, dan setiap jumlah pencucian uang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 15 tahun.

Jaksa berargumen bahwa Najib memiliki pengaruh besar terhadap unit dana investasi negara dan mengetahui uang curian disalurkan dari sana ke dalam rekeningnya. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA