Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
harga minyak naik

harga minyak naik

Perang Dagang Mereda, Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia

Nurjoni, Kamis, 12 September 2019 | 10:37 WIB

TOKYO, investor.id -- Harga minyak di perdagangan Asia pada Kamis (12/9) pagi naik di tengah harapan bakal meredanya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta penurunan persediaan minyak mentah AS ke level terendah dalam hampir setahun.

Minyak mentah berjangka Brent naik 41 sen atau 0,7%, menjadi diperdagangkan di US$ 61,22 per barel pada pukul 00.51 GMT (07.51 WIB). Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 40 sen atau 0,7%, menjadi diperdagangkan pada US$ 56,16 per barel.

Kenaikan itu terjadi setelah Tiongkok bergerak untuk membebaskan beberapa obat anti-kanker AS dan barang-barang lainnya dari tarif, sementara Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan kenaikan tarif terjadwal atas barang-barang Tiongkok senilai miliaran dolar.

Konsesi tersebut terjadi beberapa hari menjelang pertemuan terencana yang bertujuan meredakan gejolak perdagangan yang telah berlangsung lama antara dua ekonomi terbesar dunia.

Langkah Trump adalah "isyarat niat baik yang signifikan bahwa ia juga bersedia bernegosiasi untuk mengakhiri pertikaian perang dagang ini," kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader.

Kenaikan harga minyak pada Kamis ini terjadi setelah kedua acuan utama turun tajam menyusul laporan bahwa Presiden Trump telah mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran, sebuah langkah yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak mentah global pada saat meningkatnya kekhawatiran tentang permintaan minyak.

Sementara itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (11/9/2019) mengatakan bahwa stok minyak mentah AS turun minggu lalu ke level terendah dalam hampir setahun, karena kilang meningkatkan produksi dan impor turun. Stok minyak mentah turun 6,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 6 September, yang sekaligus penurunan untuk minggu keempat berturut-turut.

 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN