Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Perjuangan Trump Kian Berat

Senin, 10 Oktober 2016 | 07:00 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

 WASHINGTON – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus tampil sangat solid dalam debat kedua melawan saingannya Hillary  Clinton, Minggu (9/10) waktu setempat. Perjuangann Trump untuk menduduki kursi presiden di Gedung Putih, Washington, kian berat setelah blunder kesekian tentang perlakuannya terhadap perempuan mengemuka, kendati pun merupakan rekaman tahun 2005.

 

Trump yang disebut calon di luar kemapanan dan Partai Republik yang menjadi kendaraan politiknya dihadapkan pada kekacauan akibat komentar-komentar sang calon yang seperti benci kepada perempuan, atau misogini. Kian banyak tokoh Republik yang memintanya mundur dari pertarungan.

 

Sebelum blunder terbaru pun Trump harus berjuang lebih keras lagi untuk membalikkan keadaan, karena tertinggal dalam berbagai hasil jajak  pendapat. Sementara hari pemilihan pada 8 November 2016 sudah kurang dari empat pekan lagi. Kubu kampanyenya sekarang mengalami krisis terburuk. Komentarkomentar kasarnya sekarang berdengung makin keras di telingan para pemilih.

 

Media-media nasional di AS terus mengorek bukti beberapa perilaku buruk dan anehnya, termasuk sepakat dengan seorang pewawancara bahwa putrinya Ivanka adalah seorang piece of ass atau menarik secara seksual. Dalam wawancara pada 2002 dengan Howard Stern, Trump juga mengaku memilih meninggalkan perempuan di atas usia tertentu. “Apa sebutannya untuk yang berusia 35? Ini disebut waktunya untuk pergi,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

 

Pada Senin (10/10) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB), konglomerat real estat tersebut kembali berhadapan dengan mantan menteri luar negeri dalam debat kedua di Washington University di St Louis.

 

Format debat kedua ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri bagi Trump. Sebab, separuh pertanyaan akan ditanyakan oleh pemilih yang belum menentukan pilihan. Trump disebutkan ingin membangun koneksi pribadi dengan warga AS masa kini. Ia juga ingin menunjukkan kemampuannya berempati. Kualitas pribadi tersebut kerap absen selama kampanye.

 

Menyusul dibongkarnya rekaman video pada 2005, yang mana ia mengatakan bisa semaunya menggerayangi seorang perempuan, Trump berkukuh sama sekali tidak akan menarik diri dari pencalonan. “100 persen,” ujarnya saat ditanya apakah akan bertahan dalam pertarungan menuju Gedung Putih.

 

Istri Trump, Melania, mengaku terhina oleh komentar suaminya, apalagi terjadi beberapa bulan setelah keduanya menikah. Namun ia mendesak para pemilih untuk tetap mendukung suaminya. “Saya harap masyarakat akan menerima permohonan maafnya, seperti yang saya lakukan, dan focus pada isu-isu penting yang dihadapi bangsa ini maupun dunia,” kata Melania dalam sebuah pernyataan.

 

Dalam rekaman video yang dirilis Jumat (7/10) oleh Washington Post, Trump menggunakan bahasa vulgar dan kasar saat menggambarkan perempuan menikah dan merabarabanya. Trump dipaksa mengeluarkan permintaan maaf. Tapi Komite Nasional Republik dikabarkan sudah menghentikan sebagian program Victory untuk memilih Trump. (afp/sn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN