Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perusahaan-perusahaan yang berada di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS). ( Foto: dabrownstein.com )

Perusahaan-perusahaan yang berada di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS). ( Foto: dabrownstein.com )

Perlambatan Dialami Kota-Kota Besar Dunia

Sabtu, 7 Desember 2019 | 10:15 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Pertumbuhan ekonomi luar biasa yang dialami kota-kota besar di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir diprediksi melambat tajam pada 2020 dan 2021. Penyebabnya adalah perlambatan perdagangan yang melanda dunia.

Oxford Economics melaporkan, seperti dilansir AFP, Jumat (6/12), sembilan dari 10 kota terbesar global akan mencatatkan perlambatan pertumbuhan pada tahun depan. Kota-kota di Lembah Silikon, California, AS menunjukkan tanda-tanda dramatis perlambatan tersebut.

Ke depannya, menurut laporan tahunan Prospek Kota-Kota Global tersebut, wilayah-wilayah metropolitan di Tiongkok akan menangguk dari konflik perdagangan. Kota-kota itu akan mendepak kota-kota AS dari 10 besar.

“Perlambatan ekonomi global saat ini telah berdampak kepada kota-kota besar dunia. Dari 900 kota, kami perkirakan dua pertiga atau 586 kota akan mengalami perlambatan pertumbuhan pada 2020-2021 dibandingkan pada lima tahun terakhir,” bunyi laporan tersebut.

Richard Holt, kepala tim Riset Kota Global Oxford mengatakan, dampak perang dagang dan perlambatan perdagangan secara keseluruhan telah menimpa sektor selain manufaktur.

“Banyak kota terdampak secara tidak langsung karena setiap yang lainnya dan kapan pun mencapai perjanjian dagang, ada peluang tercapainya kesepakatan asuransi untuk apa yang terjadi di New York atau London,” kata dia kepada AFP.

Menurut dia, kombinasi perlambatan di Tiongkok karena alasan-alasannya sendiri dan perang dagang, masalah manufaktur dalam jangka pendek di Eropa, dan industri otomotif di Jerman, muncul secara bersamaan.

Sebagian kota seperti Munich dan Bejing juga melambat karena faktor-faktor ekonomi domestik. London adalah satu-satunya di daftar 10 besar yang malahan akan sedikit membaik, setelah turun tajam karena persoalan Brexit.

Laporan tersebut memprediksikan pertumbuhan ekonomi London naik tipis jadi 2,1% pada 2020-2021. Dari pertumbuhan di bawah standar sebesar 1,5% pada periode 2018-2019. (afp/sn)

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN