Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hasil tangkapan gambar yang diambil dari video di situs laman resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada 28 September 2020, diduga menunjukkan serangan artileri Azeri terhadap posisi separatis Armenia di wilayah yang memisahkan diri dari Nagorno-Karabakh. ( Foto: HANDOUT / AZERBAIJANI DEFENCE MINISTRY / AFP )

Hasil tangkapan gambar yang diambil dari video di situs laman resmi Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada 28 September 2020, diduga menunjukkan serangan artileri Azeri terhadap posisi separatis Armenia di wilayah yang memisahkan diri dari Nagorno-Karabakh. ( Foto: HANDOUT / AZERBAIJANI DEFENCE MINISTRY / AFP )

Pertempuran Armenia-Azerbaijan Sudah Merenggut Puluhan Korban Jiwa

Selasa, 29 September 2020 | 07:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

YEREVAN – Pertemuan sengit kembali berkecamuk antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) dan telah merenggut puluhan korban jiwa dari pihak tentara maupun warga sipil. Pertempuran itu telah memicu retorika permusuhan dari Turki, walau ada permintaan dari internasional untuk menghentikan pertikaian antara musuh-musuh lama.

Kementerian Pertahanan Karabakh menyatakan, sebanyak 27 tentara dilaporkan tewas dalam pertempuran Senin – setelah sebelumnya dilaporkan 28 korban. Dengan demikian total kehilangan anggota militernya menjadi 58 jiwa.

Korban tewas secara keseluruhan meningkat menjadi 67 jiwa, termasuk sembilan di antaranya adalah warga sipil, yakni tujuh korban di Azerbaijan dan dua orang di Armenia.

Meskipun Azerbaijan belum melaporkan adanya korban dari pihak militer, tetapi pejabat separatis Armenia merilis rekaman yang menunjukkan kendaraan lapis baja yang terbakar dan sisa-sisa tentara menyamar tampak berlumuran darah dan hangus, yang dikatakan sebagai pasukan tentara Azerbaijan.

Sebagai informasi, Armenia dan Azerbaijan telah terlibat dalam sengketa wilayah atas kawasan etnis Armenia di Nagorny Karabakh selama beberapa dekade. Pertempuran mematikan ini berkobar awal tahun ini dan pada 2016.

Menurut laporan, wilayah itu mendeklarasikan kemerdekaannya dari Azerbaijan setelah perang meletus di awal 1990-an dan merenggut 30.000 jiwa. Tetapi deklarasi tersebut tidak diakui oleh negara mana pun – termasuk Armenia - dan masih dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan oleh masyarakat internasional.

Pertempuran antara Muslim Azerbaijan dan Armenia yang mayoritas Kristen ini dapat keterlibatan pemain-pemain kawasan seperti Rusia, yang memiliki aliansi militer dengan Armenia, dan Turki yang mendukung Azerbaijan.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Senin telah memerintahkan mobilisasi militer parsial. Jenderal Mais Barkhudarov pun bersumpah bakal bertempur sampai titik darah penghabisan untuk menghancurkan seluruh musuh dan menang.

Mengingat masing-masing pihak saling menyalahkan satu sama lain atas pertempuran terbaru ini maka para pemimpin dunia mendesak untuk kedua belah pihak tenang karena khawatir konflik bakal semakin dalam.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyampaikan bahwa Rusia sedang memantau situasi dengan cermat dan menegaskan, prioritas saat ini adalah untuk menghentikan permusuhan, bukan berurusan dengan siapa yang benar dan siapa yang salah.

Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut supaya Armenia mengakhiri pendudukannya di Karabakh. “Waktunya telah tiba untuk mengakhiri krisis wilayah yang dimulai dengan pendudukan Nagorny Karabakh. Sekarang Azerbaijan harus menangani sendiri masalah ini,” ujar Erdogan, seperti dikutip AFP.

Para pejuang Suriah yang didukung Turki sedang berkumpul di kota Sarmin, sekitar 8 kilometer tenggara kota Idlib di barat laut Suriah, pada 11 Februari 2020. ( Foto: OMAR HAJ KADOUR / AFP )
Para pejuang Suriah yang didukung Turki sedang berkumpul di kota Sarmin, sekitar 8 kilometer tenggara kota Idlib di barat laut Suriah, pada 11 Februari 2020. ( Foto: OMAR HAJ KADOUR / AFP )

Tentara Bayaran Dari Suriah

Di sisi lain, Otoritas Armenia telah menuduh Turki ikut campur dalam konflik, dan mengirim tentara bayaran untuk mendukung Azerbaijan.

Menurut pengawas perang, Turki telah mengirim setidaknya 300 tentara dari Suriah utara untuk bergabung dengan pasukan Azerbaijan. “Turki memberi tahu para pejuang yang ditugaskan untul menjaga wilayah perbatasan di Azerbaijan dengan bayaran hingga US$ 2.000,” kata Rami Abdul Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Laporan itu muncul setelah Uni Eropa memperingatkan supaya kekuatan-kekuatan regional tidak ikut campur dalam pertempuran. Laporan tersebut juga mengecam eskalasi serius yang mengancam stabilitas regional.

Selain Uni Eropa dan Rusia, Prancis, Jerman, Italia, dan Amerika Serikat pun telah mendesak gencatan senjata.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Shushan Stepanyan menyatakan, pertempuran sengit berlanjut pada Senin pagi, dan pasukan separatis Armenia telah merebut kembali posisi yang diambil oleh Azerbaijan hari Minggu.

Tapi otorits Baku mengklaim kemajuan lebih lanjut. “Pasukan Azerbaijan menyerang posisi musuh dan telah merebut beberapa posisi strategis di sekitar desa Talysh. Musuh mundur,” kata kementerian pertahanan.

Para pejabat militer Armenia mengatakan, pasukan Azerbaijan terus menyerang posisi pemberontak menggunakan artileri berat. Sementara itu Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuduh pasukan separatis menembaki sasaran sipil di kota Terter.

Otoritas Baku juga mengklaim telah membunuh 550 tentara separatis. Namun laporan itu dibantah oleh Armenia. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN