Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para siswa sekolah India membentuk karakter Tiongkok yang berarti nama Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Chennai pada 10 Oktober 2019, menjelang pertemuan puncak dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang diadakan di Situs Warisan Dunia Mahabalipuram dari 11 hingga 13 Oktober di Negara bagian Tamil Nadu. ( Foto: AFP / ARUN SANKAR )

Para siswa sekolah India membentuk karakter Tiongkok yang berarti nama Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Chennai pada 10 Oktober 2019, menjelang pertemuan puncak dengan Perdana Menteri India Narendra Modi yang diadakan di Situs Warisan Dunia Mahabalipuram dari 11 hingga 13 Oktober di Negara bagian Tamil Nadu. ( Foto: AFP / ARUN SANKAR )

Pertemuan Puncak India-Tiongkok Jadi Digelar

Grace Eldora, Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:33 WIB

NEW DELHI, investor.id - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi akan menjamu Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan puncak informal pekan ini. Pemerintah India dan Tiongkok mengonfirmasikan pertemuan itu pada Rabu (9/10), di tengah kian tajamnya perbedaan antara kedua raksasa Asia tersebut.

Perbedaan tajam itu termasuk yang dipicu kemarahan Tiongkok pada langkah pemerintah India pada Agustus lalu untuk membagi wilayah Jammu dan Kashmir menjadi dua. Juga pembahasan latihan militer India di negara bagian Arunachal Pradesh, di bagian yang diklaim pemerintah Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok juga membuat kesal India atas dukungan diplomatiknya baru-baru ini untuk Pakistan. Kementerian luar negeri Tiongkok telah bergemuruh pada Agustus setelah keputusan Kashmir, yang menyebabkan wilayah Ladakh, Jammu dan Kashmir menjadi wilayah administratif India yang terpisah.

Pihaknya menuduh India terus merusak wilayah kedaulatan Tiongkok, dengan secara sepihak mengubah hukum nasionalnya. Pemerintah Tiongkok mengklaim sebagian wilayah Ladakh yang didominasi umat Buddha, di perbatasan Himalaya yang curam. Wilayah Xinjiang yang bergolak berada di sebelah utara dan Tibet di sebelah timur.

Di sisi lain, pemerintah India mengatakan bagian dari Ladakh yang berada di bawah kendali Tiongkok adalah miliknya. Bulan lalu pasukan India dan Tiongkok terlibat dalam apa yang oleh media India disebut pertikaian di Ladakh, di tepi Danau Pangong Tso dengan dua pertiganya dikontrol oleh Tiongkok.

Tentara kedua negara saling melempar batu pada Agustus 2017. Insiden tersebut bertepatan dengan pertarungan yang jauh lebih serius di dataran tinggi Doklam, Himalaya yang diklaim oleh Tiongkok dan Bhutan. Saat itu, tentara Tiongkok mulai membangun jalan dan pemerintah India mengirim pasukan untuk menghentikan proses tersebut.

Doklamasi antara negara-negara Asia yang bersenjata nuklir, yang berperang pada 1962, berlangsung dua bulan sampai kedua sisi kembali menarik diri. Pemerintah India baru-baru ini meningkatkan partisipasi dalam Quad, yakni pengelompokan dengan Amerika Serikat (AS)s, Australia, dan Jepang. Pemerintah AS berharap dapat melawan pemerintah Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.

Semangat Wuhan

Modi dan Xi muncul untuk memperbaiki keadaan pada April 2018 di Wuhan, Tiongkok. Pertemuan baru itu digambarkan sebagai dorongan untuk membangun relasi.

"Sejak pertemuan antara para pemimpin kedua negara tahun lalu, hubungan pemerintah Tiongkok-India telah berkembang di langkah yang bagus. Kedua belah pihak terus mempromosikan kerja sama di berbagai bidang dan menangani perbedaan dan masalah sensitif dengan tepat," tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang, Selasa (9/10).

Tetapi pemerintah India juga keberatan dengan inisiatif Tiongkok atas Belt and Road, program infrastruktur global yang luas. Ini termasuk proyek besar melalui Kashmir yang dikelola Pakistan, sebuah wilayah yang diklaim oleh pemerintah India.

Adapun pemerintah India dan Pakistan telah berperang dua kali dan banyak pertempuran kecil di Kashmir. Perselisihan terakhir terjadi pada Februari dengan serangan udara dan pemerintah India menuduh Pakistan mendukung pemberontakan bersenjata di bagian wilayah Himalaya yang dikuasai India.

Pemerintah Tiongkok telah memberikan dukungan diplomatik Pakistan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas Kashmir. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan disambut dengan penjaga kehormatan di Beijing pada Selasa di awal kunjungan dua harinya. Pertemuan ini lebih lanjut mungkin menjengkelkan pemerintah India.

"Tiongkok bersimpati dan mendukung situasi yang dihadapi Pakistan dalam masalah ini. Jadi, saat ini, hubungan antara Tiongkok dan India telah mencapai titik yang sangat sulit," tutur Cheng Xiaohe di Departemen Politik Internasional Universitas Renmin.

India dan Tiongkok yang berpenduduk lebih dari sepertiga umat manusia juga memiliki perbedaan dalam perdagangan. Keduanya menginginkan akses pasar yang lebih besar, bahkan jika mereka memiliki musuh yang sama yakni Presiden AS Donald Trump. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA