Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Perundingan Dagang Diperkirakan Tak Terganggu

Iwan Subarkah, Senin, 6 Januari 2020 | 07:38 WIB

BEIJING, investor.id - Perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok diperkirakan tak terganggu, walaupun hubungan Tiongkok- Iran menghangat dalam beberapa tahun terakhir dan AS baru saja menewaskan komandan militer nomor dua Iran di Baghdad, Irak.

“Kedaulatan dan integritas wilayah Irak harus dihormati, dan perdamaian serta stabilitas di kawasan Timur Tengah harus dijaga. Semua pihak harus menahan diri, khususnya Amerika Serikat,” ujar juru bicara Kemlu Tiongkok Geng Shuang, akhir pekan lalu.

Tiongkok diperkirakan tidak akan berkomentar terlalu jauh terhadap naiknya ketegangan yang dipicu oleh AS ini.

“Walau erat dengan Iran, Tiongkok masih akan mengakui bahwa AS adalah mitra dagang besarnya,” ujar Adnan Mazarei, pakar Iran dari Peterson International Economics dan mantan deputi direktur IMF, seperti dilansir CNBC, akhir pekan lalu.

Menurut dia, sentimen pemerintah AS kurang menguntungkan bagi Tiongkok dalam beberapa hari terakhir, sehingga Tiongkok tidak akan gegabah untuk melakukan lebih jauh dari sekadar mengkritik serangan AS.

“Tiga negara ini tidak akan tiba - t iba mengubah keb ijakan perdagangannya,”tambah Mazarei.

Hubungan perdagangan AS dan Tiongkok tetap rapuh, walau sudah mencapai kesepakatan dagang fase pertama. Sementara perang dagang sejak Maret 2018 belum dapat dikatakan berakhir.

Jadi, gencatan perang dagang dan hubungan dagang yang bernilai US$ 700 miliar per tahun antara kedua negara tidak akan dipertaruhkan begitu saja oleh Tiongkok demi membela Iran. Hal ini diutarakan Clete Willems, mantan penasihat Gedung Putih bidang ekonomi.

“Dampaknya ke perundingan dagang dan lain-lain akan terbatas. Iran ataupun Korea Utara belum pernah sebelumnya menjadi faktor dan saya bakal terkejut kalau sekarang itu terjadi,” kata dia. (sumber lain)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA