Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Pfizer Inc., Albert Bourla. ( Foto: businessroundtable.org )

Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Pfizer Inc., Albert Bourla. ( Foto: businessroundtable.org )

Pfizer Mulai Pembuatan Vaksin Covid Omicron

Selasa, 30 November 2021 | 10:18 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – CEO Pfizer, Albert Bourla mengatakan pada Senin (29/11) waktu setempat bahwa perusahaannya telah mulai mengerjakan vaksin Covid-19 yang secara khusus menargetkan varian baru Omicron. Hal ini bertujuan sebagai antisipasi apabila vaksin yang sudah ada saat ini tidak efektif terhadap strain terbaru.

Menurut Bourla, Pfizer pada Jumat (26/11) mulai menguji vaksin saat ini terhadap varian Omicron, yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan dan kembali memicu kekhawatiran akan gelombang global infeksi Covid-19.

“Saya tidak berpikir hasilnya adalah vaksin yang tidak melindungi. Tetapi dari pengujian dapat menunjukkan bahwa vaksin yang ada lebih sedikit melindungi. Ini berarti bahwa kita perlu membuat vaksin baru. Pada Jumat, kami membuat contoh DNA pertama kami, yang merupakan kemungkinan perubahan pertama dari proses pengembangan vaksin baru,” ujarnya kepada CNBC, yang dilansir AFP pada Selasa (30/11)

Selain Pfizer, Johnson & Johnson (J&J) mengatakan pada Senin bahwa pihaknya juga tengah mengejar vaksin varian khusus Omicron dan akan mengembangkannya sesuai kebutuhan.

Pada Jumat, Moderna – produsen vaksin Covid-19 terkemuka lainnya – pun menyampaikan sedang mengembangkan vaksin booster terhadap varian baru.

Bourla menyamakan situasi dengan skenario awal tahun ini ketika Pfizer dan mitra Jermannya, BioNTech mengembangkan vaksin dalam 95 hari, menyusul kekhawatiran bahwa formula sebelumnya tidak akan bekerja melawan Delta, meskipun versi itu pada akhirnya tidak digunakan.

“Vaksin saat ini sangat efektif terhadap Delta,” tutur Bourla.

Dia menambahkan, bahwa perusahaan memprediksi dapat memproduksi empat miliar dosis vaksin pada 2022.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan varian baru Covid-19 Omicron menimbulkan risiko sangat tinggi secara global.

Bourla sendiri sangat yakin bahwa pil antivirus Pfizer yang baru-baru ini diluncurkan akan bekerja sebagai pengobatan untuk infeksi yang disebabkan oleh mutasi, termasuk Omicron. Pasalnya, di antara pasien yang baru terinfeksi dan berisiko tinggi dirawat dalam waktu tiga hari sejak timbulnya gejala, pil Pfizer telah terbukti mengurangi lama rawat inap atau kematian hingga hampir 90%.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN