Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Pfizer Inc., Albert Bourla. ( Foto: businessroundtable.org )

Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) Pfizer Inc., Albert Bourla. ( Foto: businessroundtable.org )

Pfizer Naikkan Proyeksi Pendapatan dan Laba

Kamis, 29 Juli 2021 | 06:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Produsen farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer, menaikan proyeksi pendapatan dan laba tahunannya berdasarkan perkiraan perusahaan akan mengirimkan 500 juta dosis vaksin Covid-19 lagi atau lebih banyak dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Vaksinasi dua dosis buatannya menyumbang lebih dari 40% penjualan Pfizer di kuartal II 2021. Sekaligus mengerek naik pendapatan perusahaan secara tajam dibandingkan periode tahun lalu. Harga saham Pfizer pun dilaporkan menguat 0,9% menjadi US$ 42,47 dalam para pembukaan perdagangan.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Pfizer, Albert Bourla pada Rabu (28/7), lebih dari satu miliar dosis vaksin telah dikirimkan.

“Ini kecepatan dan efisiensi dari upaya luar biasa kami dengan BioNTech untuk membantu memvaksinasi dunia melawan Covid-19,” ujarnya yang dikutip AFP.

Sebagai informasi, Pfizer menjalin kemitraan dengan BioNTech dari Jerman untuk pembuatan vaksin Covid-19. Dan kini Pfizer memperkirakan pengiriman 2,1 miliar dosis vaksin menghasilkan penjualan US$ 33,5 miliar.

Sebelumnya, perusahaan memprediksi penjualan Mei mencapai US$ 26 miliar untuk 1,6 miliar dosis vaksin di tahun ini.

Menurut Pfizer, margin laba sebelum pajak pada penjualan vaksin Covid-19 berada di kisaran tinggi 20 persenan, sama dengan perkiraan sebelumnya.

Namun pernyataan soal margin keuntungan tersebut telah memicu kemarahan organisasi-organisasi non-pemerintah, seperti Public Citizen, yang menuding Pfizer mencari untung di saat pandemi. Organisasi ini kemudian meminta para pemimpin dunia untuk meluncurkan kampanye bernilai miliaran dolar guna membangun kapasitas produksi vaksin dan memvaksinasi dunia.

Pada Kuartal II, Pfizer melaporkan perolehan laba sebesar US$ 5,6 miliar atau naik 59% dari periode tahun lalu , dengan peningkatan pendapatan 92% menjadi US$ 19 miliar.

Di sisi lain ada perkembangan perdagangan terbaru untuk usaha vaksin Pfizer-BioNTech termasuk kesepakatan Mei dengan Uni Eropa (UE), kesepakatan pada Juni dengan AS untuk 500 juta dosis vaksin yang disumbangkan ke negara-negara termiskin dan penandatanganan letter of intent pada Juli dengan Institut Biovac untuk memproduksi vaksin di Afrika.

Di samping itu, Pfizer telah meluncurkan studi klinis tentang kemungkinan dosis ketiga vaksin Covid-19 sebagai suntikan penguat (booster). Bourla mengungkapkan vaksin penguat semacam itu bisa membuat arus perolehan pendapatan perusahaan bertahan lama.

Dosis Ketiga

Dikutip CNBC, dalam pemaparan yang diunggah pada Rabu sebagai tambahan laporan pendapatan, Pfizer mengatakan berpotensi mengajukan otorisasi penggunaan darurat untuk dosis vaksin booster ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) di awal Agustus. Perusahaan memperkirakan memulai studi klinis untuk uji vaksin varian delta di bulan yang sama dan berharap mendapat persetujuan penuh untuk vaksin dua dosisnya pada Januari 2022.

Meski demikian, para pejabat kesehatan AS sejauh ini belum mendukung pemberian vaksin ketiga untuk masyarakat luas. Tetapi para pejabat sedang mempelajari perlunya vaksin ketiga pada orang dengan gangguan kekebalan.

Pertanyaan tentang vaksin penguat pun bermunculan ketika pejabat kesehatan AS menyesuaikan kebijakan sehubungan dengan virus corona varian delta.

Sebelumnya pada Selasa (27/7), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) mengubah haluan, dan mengarahkan masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 di bagian-bagian berisiko tinggi di AS untuk kembali memakai masker saat di dalam ruangan.

Menurut data CDC terbaru, sebagian besar wilayah AS bagian selatan mengalami tingkat penularan tinggi atau substansial. Sementara itu masyarakat yang sudah divaksin di bagian wilayah Timur Laut, sebagian besar mengalami tingkat penularan komunitas yang moderat.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN