Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kedatangan vaksin Pfizer dalam bentuk jadi ke Indonesia. (Foto: Kominfo)

Kedatangan vaksin Pfizer dalam bentuk jadi ke Indonesia. (Foto: Kominfo)

Pfizer Siapkan Vaksin Covid-19 untuk Semua Varian Sebelum 2023

Kamis, 14 April 2022 | 14:26 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

JENEWA, investor.id – Vaksin Covid-19 yang efektif terhadap berbagai varian dimungkinkan rilis sebelum akhir 2022, kata CEO raksasa farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer Albert Bourla. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan juga bekerja untuk menyiapkan produksi vaksin yang dapat memberikan perlindungan yang baik selama setahun penuh.

Artinya, orang akan kembali setiap tahun untuk suntikan penguat (booster) seperti vaksin influenza. “Saya berharap, jelas pada musim gugur ... bahwa kita dapat memiliki vaksin ... yang bekerja tidak hanya melawan Omicron yang dominan tetapi semua varian yang diketahui,” katanya, dilansir dari AFP pada Kamis (14/4).

“Kemungkinan kami sudah memilikinya saat itu. Ini belum pasti,” katanya dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh kelompok lobi farmasi besar Federasi Internasional Produsen dan Asosiasi Farmasi (IFPMA).

Baca juga: Pakar WHO Bersikeras Covid-19 Masih Darurat Global

Vaksin Pfizer-BioNTech adalah salah satu yang paling efektif melawan Covid-19.

Meskipun seperti suntikan lainnya, telah terlihat efektivitas yang berkurang terhadap varian virus Omicron yang sekarang dominan, vaksin masih menawarkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit serius, rawat inap, dan kematian.

Direktur Jenderal (Dirjen) IFPMA Thomas Cueni mengatakan dunia harus belajar untuk hidup berdampingan dengan virus yang menyebabkan penyakit Covid-19. “Kita berada lebih jauh waktu ketika Anda dapat membasmi SARS-CoV-2,” tambahnya.

Bourla mengatakan ada risiko kelelahan vaksin, memrediksi bahwa beberapa orang yang sejauh ini menolak kesempatan untuk divaksinasi akan berubah pikiran. Ada kemungkinan orang yang kembali untuk dosis keempat akan berkurang dibandingkan waktu vaksin dosis ketiga.

“Yang sangat dibutuhkan dunia adalah vaksin yang akan bertahan setahun. Saya kira inilah yang akan menjadi solusi kesehatan masyarakat yang optimal,” katanya.

“Jauh lebih mudah untuk mendata dan membuat penduduk patuh dengan itu. Sangat menantang, secara teknis, untuk melakukannya dengan virus ini. Tetapi kami sedang mengerjakannya,” lanjut Bourla.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengetahui 153 vaksin Covid-19 yang telah dalam pengembangan klinis, diuji coba pada manusia, bersamaan dengan 196 vaksin yang dalam pengembangan pra klinis.

Namun sejauh ini, badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hanya mengizinkan delapan vaksin dan versinya. Antara lain vaksin produksi Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Janssen, Moderna, Sinovac, Sinopharm, Bharat Biotech, dan Novavax.

Baca juga: Pengecekan Bukti Vaksinasi Pemudik Jalur Darat Dilakukan Secara Acak

Pengarahan IFPMA mengecam pernyataan bahwa hak kekayaan intelektual (IP) atau paten pada vaksin Covid-19 harus dicabut untuk sementara selama pandemi, dalam upaya meningkatkan produksi.

“Saya terkejut bahwa pengabaian IP yang diusulkan masih diperdebatkan, sementara pasokan jauh melebihi permintaan,” kata Cueni.

Dengan lebih dari satu miliar dosis vaksin diproduksi setiap bulan, CEO Eli Lilly David Ricks menyebutnya solusi yang mencari masalah, sementara Bourla mencap gagasan itu gila.

Dalam konferensi pers WHO kemudian, Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengatakan situasi pasokan vaksin telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir.

Masalahnya, katanya, lebih pada logistik dan mendapatkan dosis di negara-negara, terutama di Afrika di mana hanya 13% yang menerima vaksin dosis penuh.

“Kami sekarang dapat memasok dosis sebanyak yang diinginkan negara-negara, sesuai permintaan, kepada mereka. Masalahnya sekarang benar-benar pada pengiriman,” katanya.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN