Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP / Tolga AKMEN)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP / Tolga AKMEN)

PM Inggris Berjanji Menindak Kegiatan Teroris

Grace Eldora, Senin, 2 Desember 2019 | 15:05 WIB

LONDON, investor.id – Perdana Menteri Boris Johnson berjanji akan meninjau sistem hukum Inggris. Hal ini disampaikannya setelah seorang terpidana teroris yang lebih awal dibebaskan dari penjara menikam dua orang hingga tewas dan melukai tiga orang lainnya di kawasan London Bridge.

Anggota masyarakat dipuji sebagai pahlawan karena mencegah lebih banyak korban jiwa, dengan menghalangi Usman Khan. Dengan menggunakan tanduk ikan paus sepanjang 1,5 meter (m) dan pemadam api, warga itu membantu menahan penyerangan di jembatan, sebelum polisi menembak mati.

Rekaman video konfrontasi tersebut menunjukkan Khan (28) dilawan oleh seorang pria, yang dilaporkan seorang koki Polandia. Koki tersebut memegang taring berwarna gading, sementara orang lainnya menyemprot Khan dengan alat pemadam. Taring tersebut diperkirakan diambil dari aula bersejarah, di mana penusukan dimulai.

Sebelumnya, Khan telah dibebaskan secara bersyarat dari penjara pada Desember 2018. Ia menjalani kurang dari setengah masa penjara dari 16 tahun hukuman karena melakukan aksi terorisme dan mengenakan alat peledak palsu.

Pada Sabtu (30/11), kelompok Islamic State (IS) mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

"Orang yang melakukan serangan London adalah seorang pejuang dari IS dan melakukannya sebagai tanggapan terhadap panggilan untuk menargetkan warga negara-negara koalisi," kata perwakilan IS, Sabtu (30/11). Ia merujuk pada aliansi multi-negara yang melawan kelompok tersebut.

Insiden terjadi dua tahun setelah ekstrimis Islam dalam sebuah mobil van menabrak para pejalan kaki di London Bridge, sebelum menyerang orang secara membabi-buta dengan pisau di Pasar Borough terdekat. Saat itu, sebanyak delapan orang tewas dan 48 orang lainnya luka-luka, sebelum ketiga penyerang yang mengenakan perangkat bunuh diri palsu ditembak mati oleh polisi.

Penyelidikan Lengkap

Asisten Komisaris Polisi Metropolitan Neil Basu mengatakan, lima orang telah ditikam di dalam Fishmonger's Hall di dekat Jembatan London, sebelum anggota masyarakat mengejar penyerang. Sebanyak tiga korban selamat masih berada di rumah sakit.

Basu menambahkan, Khan telah dibebaskan di bawah daftar persyaratan lisensi yang diperluas, yang sebelumnya ia ikuti. Polisi pada Sabtu telah melakukan penggeledahan pada dua properti di Stoke-on-Trent, kota asal Khan, dan Stafford di Inggris tengah.

Serangan terakhir terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan umum Inggris dan mendorong isu terorisme ke dalam inti kampanye. Johnson berjanji akan menjatuhkan hukuman paling rendah 14 tahun untuk pelanggaran teroris yang serius. Sementara beberapa terpidana mungkin tidak akan pernah dibebaskan. Ia juga akan membatalkan kemungkinan adanya pembebasan lebih awal, jika memenangkan suara mayoritas.

"Sangat jelas kita tidak bisa melanjutkan dengan pendekatan gagal di masa lalu," ujar Johnson pada Juli lalu. Johnson merupakan pemimpin Partai Konservatif yang telah berkuasa sejak 2010. Di hari yang sama ia berbicara kepada Presiden Amerika Serikat (AS) AS Donald Trump, yang menyatakan belasungkawa atas serangan itu menurut pernyataan Gedung Putih.

Namun, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn tampaknya menimbulkan keraguan tentang bagaimana partai tersebut akan menangani pembebasan bersyarat dan sistem keadilan yang lebih luas dalam serangan itu. "Kita perlu menyelidiki sepenuhnya cara operasi semua aspek dari sistem peradilan pidana," katanya. Corbyn mencap insiden London Bridge sebagai bencana total.

Adapun korban pertama serangan itu bernama Jack Merritt, koordinator kursus di institut kriminologi Universitas Cambridge, menurut laporan media. Lembaga tersebut menyelenggarakan acara rehabilitasi tahanan di Fishmonger's Hall, sebuah bangunan bersejarah di sisi utara London Bridge. Khan yang menghadiri acara, dilaporkan dipersenjatai dengan dua pisau dan rompi bunuh diri palsu.

Ketika konfrontasi bergerak dari dalam aula ke trotoar di luar, kerumunan orang yang terlihat di dalam video bergumul dengan Khan. Mereka dilaporkan termasuk pembunuh yang dihukum pada hari pembebasan penjara dan mantan pelaku lainnya yang juga menghadiri pertemuan kriminologi.

Seorang perwira Polisi Transportasi Inggris dengan jas dan dasi yang juga turun tangan, terlihat membawa pisau besar. "Ketika kami melihat yang terburuk dari jenis manusia, kami melihat yang terbaik dari jiwa manusia dan London," Komisaris Polisi Metropolitan Cressida Dick mengatakan ketika mengunjungi London Bridge.

Khan, berkebangsaan Inggris, dijatuhi hukuman tidak pasti atas dakwaan perlindungan publik pada 2012, dengan setidaknya delapan tahun penjara.

Dia bagian dari jaringan berjumlah delapan orang yang terinspirasi oleh Al-Qaeda, yang telah merencanakan untuk mengebom target termasuk Bursa Efek London. Kelompok tersebut juga berencana mengambil bagian dalam pelatihan teroris di Pakistan.

Namun hukumannya dibatalkan oleh Pengadilan Banding pada April 2013 dan ia menerima hukuman baru selama 21 tahun, terdiri dari 16 tahun hukuman penjara dan lima tahun pada pembebasan bersyarat.

Narapidana biasanya dibebaskan di tengah masa hukuman lewat jenis hukuman penentu. Waktu yang dihabiskan dalam tahanan persidangan sebelumnya mungkin telah diperhitungkan. Dewan Pembebasan Bersyarat mengatakan tidak terlibat dalam pembebasannya dan tampaknya pembebasan itu terjadi secara otomatis, seperti yang diwajibkan oleh hukum.

Johnson mengatakan, kasus-kasus teroris terpidana lainnya yang dirilis lebih awal sedang dalam peninjauan mendesak. Departemen Kehakiman dilaporkan tengah meninjau kondisi lisensi dari setiap terpidana teroris yang dibebaskan dari penjara, yang diketahui sekitar 70 orang. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA