Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP / Tolga AKMEN)

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP / Tolga AKMEN)

PM Inggris Mintakan Lagi Persetujuan Brexit dari Parlemen

Grace Eldora, Selasa, 22 Oktober 2019 | 17:55 WIB

LONDON, investor.id - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Senin (21/10) mengajukan lagi persetujuan Parlemen Inggris atas kesepakatan keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Johnson berusaha menghindarkan malapetaka politik bila pekan depan harus menunda lagi Brexit.

Pekan menentukan lagi dalam rencana Brexit bisa berakhir dengan Johnson menjalankan pemisahan dari UE tanpa kesepakatan. Yang dapat memutuskan banyak hubungan ekonomi dengan negara-negara blok Eropa, setelah 46 tahun Inggris menjadi anggotanya.

Parlemen Inggris memberikan pukulan telak terhadap rencana Brexit Johnson pada akhir pekan lalu. Parlemen menolak memberikan dukungan atas revisi perjanjian penarikan yang diajukan oleh Johnson. Sampai undang-undang yang diperlukan untuk meratifikasinya telah disahkan.

Musuh-musuh Johnson sekarang menjalin aliansi baru dan mencoba melampirkan amendemen. Hal ini dapat memaksanya menerima ikatan perdagangan yang lebih dekat. Atau sebaliknya mengabaikan kesepakatan Brexit dan menerima penundaan yang ketiga kalinya tahun ini.

Opsi untuk memperpanjang Brexit melewati batas waktu 31 Oktober 2019 kini berada di tangan 27 negara anggota UE lainnya. Pemerintah Inggris telah berjuang menyetujui bagaimana meninggalkan UE, tiga setengah tahun sejak referendum Brexit yang telah membuat negara itu terpecah.

Johnson telah membangun seluruh strategi Brexit dengan alasan menggunakan tekanan waktu, untuk memaksa semua orang berhenti bertengkar dan menyetujui rencana pengunduran diri pada akhir bulan ini.

"Ini adalah kesempatan untuk meninggalkan Uni Eropa dengan kesepakatan pada 31 Oktober," kata Menteri Urusan Brexit Stephen Barclay, Senin (21/10).

Tetapi Johnson diamanatkan oleh anggota parlemen Inggris pada Sabtu (19/10) untuk mengirim surat kepada Komisi Eropa, meminta perpanjangan waktu. Pemimpin Inggris itu akhirnya mengirim tiga surat akhir pekan lalu.

Satu-satunya surat yang benar-benar ia tandatangani mengatakan, perpanjangan persiapan Brexit akan merusak kepentingan pemerintah Inggris dan mitra Uni Eropa negara tersebut. Ia juga mencantumkan, dengan tegas menentang penundaan.

Manuver tersebut dirancang untuk meminimalkan kerusakan politik dari Johnson yang menarik kembali kata-katanya dan mencari perpanjangan, menjelang pemilihan umum awal yang paling diharapkan dalam beberapa bulan mendatang.

Pengadilan tinggi sipil Skotlandia mendengar tantangan tentang apakah permintaan setengah hati Johnson melanggar hukum. Namun para pejabat di Komisi Eropa mengatakan permintaan Johnson itu sah.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan, dirinya tidak akan mengesampingkan perpanjangan teknis singkat jika seseorang perlu mendapatkan semua undang-undang Inggris yang disetujui.

Manuver Parlemen

Upaya pertama Johnson mendapatkan dukungan parlemen untuk kesepakatan yang disegelnya pada Kamis lalu di Brussels terhambat pada Sabtu. Hal ini sangat jarang terjadi pada anggota parlemen Inggris.

Anggota parlemen mendorong melalui amendemen yang mewajibkan Johnson untuk meminta perpanjangan waktu, hingga undang-undang Inggris yang mengatur penarikan itu dirancang dan disahkan. Kalangan mengatakan, proses biasanya akan memakan waktu beberapa minggu.

Pembicara Dewan Parlemen Inggris John Bercow mengatakan kepada Johnson pada Senin, dirinya tidak dapat membawa kembali undang-undang yang sama untuk pemungutan suara kedua secara efektif.

Ini akan mengalihkan fokus pada upaya pemerintah hari ini untuk membuat anggota parlemen mendukung undang-undang domestik, dalam rancangan undang-undang (RUU) Penarikan Perjanjian yang menyertainya.

Keberhasilan atau kegagalan kemudian akan menentukan arah untuk pekan yang akan datang dan sangat menentukan apakah Johnson akan melaksanakan Brexit pada 31 Oktober Tapi perlawanan terhadap Johnson tampak berat.

Oposisi utama Partai Buruh berusaha menciptakan aliansi lintas partai yang akan mendukung kesepakatan Johnson. Mereka mengajukan syarat pemerintah Inggris akan tetap berada dalam kesatuan pabean dengan Uni Eropa. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA