Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. ( Foto: Yoshikazu Tsuno / POOL / AFP )

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga. ( Foto: Yoshikazu Tsuno / POOL / AFP )

PM Jepang Jadi yang Pertama Bertemu Biden

Jumat, 16 April 2021 | 07:11 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

TOKYO, investor.id - Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga terbang ke Washington, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (15/4). Ia menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu tatap muka dengan Presiden baru AS Joe Biden. Kekhawatiran tentang Tiongkok akan menjadi agenda utama pertemuan tersebut.

Suga berharap untuk memperbarui aliansi yang sangat penting dengan Pemerintah AS setelah era Trump, sekaligus bagaimana menghadapi Tiongkok yang semakin bertingkah.

Lawatan Suga ini dilakukan setelah dua pejabat tinggi AS mengunjungi Jepang pada Maret 2021. Pertemuan tersebut juga bersamaan dengan pertemuan puncak para pemimpin dari aliansi quad, yang mencakup AS, Jepang, Australia, dan India.

Tema dari semua kegiatan diplomatik itu sudah jelas, yakni satu suara menghadapi Tiongkok di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang sikap militer dan masalah hak asasi manusia (HAM) Negeri Tirai Bambu tersebut.

Di dalam negeri, lawatan Suga dilihat sebagai tanda bahwa AS menempatkan prioritas utama di Asia Timur dalam diplomasinya. Ini dikatakan oleh presiden Institut Kebijakan Luar Negeri Jepang Kunihiko Miyake.

"Itu berarti AS sekarang berbagi kekhawatiran Jepang tentang perubahan dramatis dalam lingkungan strategis di Asia Timur selama dekade terakhir," ujar Miyake, yang mantan pejabat kementerian luar negeri Jepang, yang dikutip AFP.

Pemerintah Jepang semakin vokal tentang ekspansi maritim dan pembangunan militer Tiongkok. Pihaknya juga secara terbuka memprotes keberadaan kapal milik Tiongkok di sekitar pulau disengketakan yang dikenal sebagai Senkaku oleh Tokyo dan Diaoyu oleh Tiongkok.

Sebuah pernyataan bersama dari Biden dan Suga diharapkan untuk menyatakan kembali bahwa pulau-pulau yang dikelola pemerintah Jepang memang dilindungi di bawah perjanjian keamanan Jepang-AS. Itu juga bisa merujuk keprihatinan atas HAM di Hong Kong dan Xinjiang.

Meski kedua pihak mungkin berjuang untuk menyepakati beberapa bidang lain, Presiden Institut Geopolitik Internasional Jepang Kyoji Yanagisawa mengatakan, pemerintah Jepang lebih menyukai nada yang lebih berhati-hati dbandingkan AS.

"Dampak meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok terhadap Jepang, tetangga Tiongkok, akan signifikan di segi keamanan nasional maupun persyaratan ekonomi," tutur Yanagisawa.

Menurutnya, pemerintah Jepang perlu memikirkan bagaimana bisa menjadi penengah antara AS dan Tiongkok. Pembicaraan tingkat rendah baru-baru ini telah menyerukan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Tetapi Financial Times melaporkan minggu ini, Pemerintah AS menginginkan pernyataan bersama yang merujuk pada Taiwan. Ini akan menjadi pernyataan pertama oleh para pemimpin AS dan Jepang sejak 1969.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN