Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan RI pada 20 Oktober 2020, memperlihatkan  Presiden Indonesia Joko Widodo sedang berbincang dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga yang melawat ke Indonesia dan disambut di Istana Kepresidenan di Bogor. ( Foto: HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE / AFP )

Foto yang dirilis oleh Istana Kepresidenan RI pada 20 Oktober 2020, memperlihatkan Presiden Indonesia Joko Widodo sedang berbincang dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga yang melawat ke Indonesia dan disambut di Istana Kepresidenan di Bogor. ( Foto: HANDOUT / INDONESIAN PRESIDENTIAL PALACE / AFP )

PM Jepang Tekankan Supremasi Hukum di LTS

Kamis, 22 Oktober 2020 | 07:28 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menggandeng Indonesia untuk bersama-sama menegakkan supremasi hukum di kawasan Indo-Pasifik. Pada konferensi pers yang digelar secara virtual, Rabu (21/10) ia menekankan penolakan Pemerintah Jepang terhadap gerakan apapun yang meningkatkan ketegangan di kawasan Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Suga menyampaikan keinginannya untuk menciptakan masa depan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan makmur oleh Asean dan Jepang. Sekaligus melaksanakan kerja sama yang konkret untuk tujuan tersebut. Ia mengaku, hal tersebut telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

“Kita bisa saling membantu dan memperkuat pertalian, karena Asean dan Jepang memiliki tujuan yang sama, yakni realisasi prinsip dasar seperti supermasi hukum, keterbukaan, dan transparansi di kawasan Indo-Pasifik ini,” paparnya.

Dalam hal ini, Suga menilai "Asean Outlook on the Indo-Pacific" dan konsep kawasan Indo-Pasifik bebas dan terbuka (Free and Open Indo-Pacific/ FOIP) yang dicanangkan oleh Pemerintah Jepang memiliki banyak kesamaan pokok. Dengan demikian, pihaknya mendukung outlook tersebut secara keseluruhan.

Indo-Pasifik sebagai panggung utama perhubungan laut yang menyambung Jepang dengan Asean dinilai dapat merealisasikan perdamaian dan kemakmuran kawasan, jika dapat menegakkan kebebasan, keterbukaan terhadap siapapun, dan supremasi hukum.

“Namun kemudian, di Laut Tiongkok Selatan terjadi gerakan-gerakan yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut. Maka kami memantaunya dengan prihatin. Jepang menolak semua tindakan dan gerakan yang meningkatkan ketegangan di Laut Tiongkok Selatan,” kata Suga.

Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )
Peta Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan. ( Foto: AFP )

Secara Damai

Ia menekankan betapa pentingnya semua pihak yang terkait dengan persoalan seputar LTS untuk berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan konflik secara damai melalui hukum internasional. “Bukan melalui kekuatan dan intimidasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Suga menjelaskan, Pemerintah Jepang tetap membantu kegiatan patroli illegal fishing serta pengendaliannya melalui bantuan berupa kapal patroli kepada negara-negara Asean. Khususnya negara-negara yang dikunjungi oleh perdana menteri kali ini.

Suga secara resmi menjadi perdana menteri baru Jepang pada 16 September lalu, menggantikan perdana menteri Shinzo Abe yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Ia diusung oleh partai berkuasa, Partai Demokrat Liberal (LDP), memenangi mayoritas suara dalam pemungutan suara di parlemen Jepang.

Ini merupakan kunjungan bilateral pertama Suga yang secara terbuka memilih Vietnam dan Indonesia sebagai negara pertama dalam perjalanannya ke luar negeri. Selain membahas isu kawasan LTS, ia juga membahas penanganan pandemi, kerja sama di bidang infrastruktur, hingga transfer teknologi. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN