Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng tiba untuk menghadiri hari pembukaan Konferensi Partai Konservatif tahunan di Birmingham, Inggris tengah pada 2 Oktober 2022. (FOTO: Oli SCARFF / AFP)

Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng tiba untuk menghadiri hari pembukaan Konferensi Partai Konservatif tahunan di Birmingham, Inggris tengah pada 2 Oktober 2022. (FOTO: Oli SCARFF / AFP)

Poundsterling Melonjak Setelah Pemerintah Inggris Putar Balik Arah Kebijakan

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:17 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

LONDON, investor.id – Poundsterling Inggris naik tajam pada Senin (3/10) menyusul laporan bahwa pemerintah Inggris putar balik arah kebijakannya. Pemerintahan baru negara tersebut mengumumkan akan membatalkan rencana penghapusan tarif pajak penghasilan tertinggi, hanya 10 hari setelah anggaran yang didorong oleh utang memicu gejolak di pasar dan kritik sengit selama krisis biaya hidup.

Mata uang Inggris tersebut naik 0,8% lebih tinggi terhadap dolar ke level US$ 1,252 tak lama setelah pukul 07.00 waktu London. Ini membuat nilainya kembali ke tingkat sebelum Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng meluncurkan serangkaian pemotongan pajak pada 23 September 2022.

Pada hari kedua konferensi tahunan Partai Konservatif yang berkuasa, Kwarteng mengunggah di media sosial Twitter bahwa ia tidak melanjutkan penghapusan tarif pajak penghasilan 45% teratas. Ia menambahkan usulan itu telah menjadi gangguan.

Baca juga: Inggris Fokuskan Kerja Sama Ekonomi dengan Indo Pasifik

Pengumuman itu juga menandai perubahan kebijakan besar pertama di bawah Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss, yang menjabat kurang dari satu bulan lalu.

Pemotongan itu tidak diterima dengan baik oleh pasar keuangan dan penghapusan pajak 45% yang dibayarkan atas pendapatan lebih dari £ 150.000 (US$ 166.770) juga dipandang sebagai racun politik, karena orang Inggris menghadapi krisis biaya hidup.

Partai Konservatif yang berkuasa dikritik sejak pengumuman pemotongan pajak. Dana Moneter Internasional (IMF) melakukan intervensi dalam langkah yang jarang terjadi, bahkan beberapa politisi Inggris telah berbicara menentang usulan tersebut.

Pengumuman itu juga muncul setelah mantan menteri kabinet Grant Shapps dan Michael Gove menyuarakan penentangan atas pemotongan pajak yang tidak didanai, yang diungkapkan oleh Kwarteng dalam anggaran mini kontroversialnya pada 23 September 2022.

Shapps, mantan sekretaris transportasi, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC Senin pagi menyebut soal pembalikan dalam kebijakan pemotongan pajak tingkat atas adalah tanggapan yang masuk akal.

Ini merupakan perubahan besar dan memalukan bagi PM Truss, yang pada Minggu (2/10) bersikeras bahwa ia benar-benar berkomitmen untuk pemotongan tersebut.

Baca juga: PM Inggris Pertahankan Pemotongan Pajak yang Bikin Pounsterling Turun 1%

Dia juga mengungkapkan keputusan itu diambil oleh Kwarteng dan belum diumumkan ke seluruh kabinetnya. Rencana tersebut akan memberikan manfaat tahunan rata-rata £ 10.000 ke dalam pendapatan £ 660.000 negara berpenghasilan tinggi, kata Departemen Keuangan Inggris.

Apa yang disebut anggaran mini telah mengirim poundsterling jatuh ke rekor terendah terhadap dolar dan mengirim imbal hasil (yield) obligasi melonjak di tengah kekhawatiran pinjaman secara royal.

Anggaran tersebut termasuk pembekuan mahal pada tagihan energi untuk individu dan bisnis, dalam upaya meredam dampak dari serangan produsen gas utama Rusia ke Ukraina.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com