Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: ERIC BARADAT / AFP  )

Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. ( Foto: ERIC BARADAT / AFP )

Powell Minta Kode Etik The Fed Ditinjau Lagi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Kamis (16/9) waktu setempat telah memberikan pengarahan kepada stafnya untuk meninjau kode etik bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut terhadap kegiatan-kegiatan keuangan. Menyusul terungkapnya beberapa pejabat senior The Fed yang melakukan transaksi saham bernilai jutaan dolar pada 2020, sementara lainnya melakuan investasi-investasi yang signifikan.

Kabar penyelidikan yang dilakukan Powell merebak setelah Senator Elizabeth Warren mengirim 12 surat kepada presiden The Fed regional, menuntut penerapan kode etik yang lebih ketat dari para pejabat tinggi bank sentral AS.

Senator Demokrat dari Massachusetts itu meminta supaya masing-masing presiden The Fed membentuk kebijakan yang melarang kepemilikan, dan perdagangan saham individu oleh para pejabat senior di setiap kantor regional.

Pekan lalu, keterbukaan keuangan yang diajukan oleh 12 presiden regional The Fed mengungkap bahwa beberapa telah aktif berdagang pada 2020, sementara lainnya memiliki jutaan dolar tanpa melakukan perubahan pada portofolio mereka.

Juru bicara The Fed mengatakan kepada CNBC, bahwa pekan lalu Powell telah memerintahkan pandangan baru dan komprehensif atas kode etik seputar kepemilikan, dan aktivitas keuangan yang diizinkan oleh pejabat senior The Fed.

“Powell memerintahkan untuk dilakukan peninjauan, karena kepercayaan rakyat Amerika sangat penting bagi The Federal Reserve agar secara efektif melaksanakan misi penting kami. Tinjauan ini akan membantu dalam mengidentifikasi cara untuk lebih memperketat aturan, dan standar tersebut. Dewan akan membuat perubahan, sebagaimana mestinya, dan setiap perubahan akan ditambahkan ke Kode Etik Reserve Bank,” ujar juru bicara.

Dalam dokumen yang dirilis pekan lalu terungkap bahwa Presiden The Fed Dallas, Robert Kaplan telah melakukan beberapa perdagangan senilai US$ 1 juta atau lebih pada tahun lalu di saham-saham individu termasuk Apple, Amazon dan Delta Air Lines.

Sementara itu berdasarkan pengajuan, Presiden The Fed Boston, Eric Rosengren memiliki saham di empat perwalian investasi real estat, beberapa pembelian dan penjualan sarana pemilik properti serupa. Dia juga disebut memiliki saham di Pfizer, Chevron dan AT&T. Berikut investasinya yang mencapai puluhan hingga ratusan ribu dolar.

Presiden The Fed lainnya, seperti Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, mengungkap sedikit atau tidak ada aktivitas perdagangan. Tetapi ia memiliki keuangan lebih dari US$ 1 juta, juga saham Coca-Cola senilai lebih dari US$ 500 ribu – namun di bawah US$ 1 juta.

Ada pun kepemilikan terbesar Barkin yakni senilai US$ 1 juta atau lebih, termasuk berbagai dana yang diperdagangkan di bursa dan reksa dana yang diawasi oleh manajer luar. Misalnya, dia memiliki saham senilai setidaknya US$ 1 juta di Vanguard's Energy Fund Admiral Shares – sebuah reksa dana yang berinvestasi di perusahaan energi termasuk ConocoPhillips, Marathon Petroleum, dan BP.

Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )
Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). ( Foto: AFP )

Konflik Kepentingan

Bahkan konflik kepentingan yang tampak di The Fed dapat terbukti bermasalah bagi lembaga yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan dan inflasi AS secara tidak memihak.

Perdagangan (saham) itu langsung berada di bawah pengawasan mengingat peran penting The Fed dalam mengelola ekonomi AS, serta pengaruhnya terhadap suku bunga dan pasar likuiditas.

Sebagai informass, pandemi Covid-19 dan resesi berikutnya telah memperbesar kekuatan The Fed pada 2020. Kongres mengizinkan The Fed, dengan persetujuan departemen keuangan (depkeu), untuk memulai berbagai langkah pinjaman darurat guna membanjiri ekonomi dengan uang tunai selama masa krisis.

Baik Rosengren, Barkin dan Kaplan telah menjabat sebagai presiden di tiga dari 12 bank regional The Fed yang tersebar di negara itu. Presiden bank regional bergiliran mengabdi di Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) – sebuah badan pembuat kebijakan Fed yang menetapkan suku bunga di seluruh perekonomian.

Di tengah reaksi keras publik, Kaplan dan Rosengren telah sepakat untuk menjual kepemilikan saham masing-masing. Bahkan Warren, secara terpisah, mengirim surat ke semua presiden bank The Fed regional menuntut pembatasan yang lebih ketat pada jenis aktivitas keuangan yang dapat dilakukan pejabat.

Setiap surat tersebut, semuanya tertanggal 15 September, serupa dengan surat berikutnya kecuali dua surat yang ditujukan kepada Kaplan dan Rosengren.

“Ketika The Fed mengambil tindakan luar biasa untuk mengatasi risiko terhadap ekonomi, perbankan dan sistem keuangan dari pandemi Covid-19, Anda dan kolega Anda Eric Rosengren melakukan perdagangan ekstensif pada saham individu dan perwalian investasi real estat,” demikian tulis Warren dalam surat yangditujukan ke Kaplan.

Perdagangan itu, tambah Warren, telah memicu kekhawatiran tentang konflik kepentingan di antara pejabat tingkat tinggi dengan pengaruh pembuatan kebijakan yang luas, dan akses luar biasa ke informasi tentang ekonomi."

Para ekonom mengungkapkan, bahwa independensi politiknya memungkinkan mereka bergerak lebih cepat daripada Kongres. Dan bahwa pembelian bulanannya sebesar US$ 120 miliar dalam bentuk utang AS serta sekuritas yang didukung hipotek telah membantu mempertahankan bisnis – yang tak terhitung jumlahnya – dari kebangkrutan tahun lalu.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN