Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur The Fed Jerome Powell

Gubernur The Fed Jerome Powell

Powell: The Fed Fokus Tangani  Inflasi

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:31 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyoroti upaya bank sentral untuk menangani inflasi dan menstabilkan ekonomi Amerika Serikat (AS). Powell menjelaskan itu dalam sidang konfirmasinya untuk masa jabatan kedua di hadapan Komite Perbankan Senat AS di Washington, Selasa (11/1) waktu setempat.

Namun Powell yang Republikan kemungkinan juga akan menghadapi pertanyaan tentang aturan etika bank sentral dari seorang senator Demokrat.

Sebelumnya, sebuah laporan media mengajukan pertanyaan lebih lanjut mengenai apakah seorang pejabat The Fed telah memperdagangkan sekuritas untuk mendapatkan keuntungan dari pergolakan yang disebabkan oleh pandemic Covid-19 pada 2020.

Kesaksian Powell pada Selasa di depan Komite Perbankan Senat dilakukan setelah Presiden AS Joe Biden menominasikannya untuk masa jabatan kedua. Ia kembali memimpin bank sentral saat ekonomi AS berurusan dengan gelombang rekor inflasi tinggi yang mendorong para kritikus menuduh The Fed berpuas diri.

“Kita tahu bahwa inflasi yang tinggi menimbulkan kerugian. Terutama bagi mereka yang kurang mampu memenuhi biaya kebutuhan pokok yang lebih tinggi seperti makanan, perumahan, dan transportasi. Kita sangat berkomitmen untuk mencapai sasaran tentang penyerapan maksimum lapangan kerja dan stabilitas harga-harga. Kita akan menggunakan instrumen-instrumen kita untuk mendukung ekonomi dan pasar tenaga kerja yang kuat dan untuk mencegah inflasi yang lebih tinggi agar tidak mengakar,” jelas Powell kepada para senator, menurut draf kesaksian yang dirilis Senin (10/1) waktu setempat.

Namun, gubernur The Fed tersebut menghadapi pengawasan setelah rincian baru yang dilaporkan oleh The New York Times minggu lalu. Media tersebut melaporkan tentang aktivitas Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida di pasar saham pada Februari 2020, hanya beberapa minggu sebelum pasar jatuh ketika pandemic Covid-19 dimulai. Bank sentral melakukan intervensi secara agresif untuk menghentikan krisis likuiditas meluas. Indeks melampaui tingkat sebelum pandemi di bulan-bulan berikutnya.

Dalam sebuah surat yang dikirim Senin, Senator Demokrat Elizabeth Warren mengutip laporan Times. Ia meminta agar Federal Reserve merilis semua informasi yang tersedia tentang perdagangan oleh pejabat Fed pada Senin (17/1). The Fed pada Oktober 2021 mengumumkan aturan investasi yang lebih ketat setelah muncul kontroversi terkait aktivitas perdagangan Powell dan dua pejabat senior lainnya, yang akhirnya mengundurkan diri. Clarida pada Senin mengumumkan dirinya meninggalkan Dewan Gubernur The Fed pada 14 Januari.

Didukung Biden

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpidato dalam jumpa pers Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 2 November 2021. ( Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP )
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden  Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP

Dengan inflasi AS yang tinggi dan The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan, Biden menyatakan dukungannya atas bak sentral.

Pada Jumat (7/1) ia menyampaikan bahwa dirinya percaya pada kemampuan bank sentral untuk mengelola kenaikan harga, sambil memastikan bahwa bisnis terus mempekerjakan karyawan.

“Saya ingin menjadi jelas. Saya yakin Federal Reserve akan bertindak untuk mencapai tujuan ganda mereka dari pekerjaan penuh dan harga yang stabil. Dan memastikan kenaikan harga tidak mengakar dalam jangka panjang, dengan kemandirian yang mereka butuhkan,” kata Biden di Gedung Putih.

Biden berbicara setelah rilis laporan ketenagakerjaan sepanjang Desember 2021 dari Departemen Tenaga Kerja. Data tersebut menunjukkan hanya 199.000 pekerjaan yang ditambahkan di bulan terakhir tahun lalu. Tetapi tingkat pengangguran masih turun menjadi 3,9%, meskipun tidak jauh dari level sebelum pandemic Covid-19.

The Fed tidak diragukan lagi memperhatikan hasil laporan tersebut. Pasalnya, regulator tersebut menghadapi bagaimana memerangi lonjakan inflasi yang mendorong harga konsumen ke level tertinggi dalam dua dekade tanpa menghambat pemulihan pasar tenaga kerja dari keruntuhannya pada 2020. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN