Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Tesla Elon Musk. ( Foto: Britta Pedersen / POOL / AFP )

CEO Tesla Elon Musk. ( Foto: Britta Pedersen / POOL / AFP )

Prediksi Bos Tesla, Krisis Chip akan Berakhir Tahun Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 07:26 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Chief Executive Officer (CEO) Tesla, Elon Musk mengatakan krisis semikonduktor yang sedang berlangsung akan berakhir pada tahun depan. Miliarder di bidang teknologi itu juga berpendapat bahwa kekurangan chip merupakan masalah jangka pendek, bukan masalah jangka panjang.

“Ada banyak pabrik pembuatan chip yang sedang dibangun dan saya pikir kami akan memiliki kapasitas yang baik tahun depan,” ujar Musk di acara teknologi Italia yang disiarkan secara online, pada Jumat (24/9).

Namun, Musk tidak merinci pabrik chip mana yang dimaksudnya.

Sementara itu, produsen chip terkemuka Intel dan TSMC telah mengumumkan rencana untuk membangun pabrik baru di Amerika Serikat (AS). Tapi mereka belum akan beroperasi selama beberapa tahun.

Sedangkan Wakil Presiden Direktur riset di firma penasihat Forrester, Glenn O'Donnell percaya kekurangan chip dapat bertahan hingga 2023. “Karena permintaan tetap tinggi dan pasokan tetap terbatas, kami memperkirakan kekurangan ini akan berlangsung hingga 2022 dan hingga 2023,” demikian catatan yang diunggah di blog pada April.

Sebagai informasi, kekurangan chip global telah berdampak besar pada berbagai industri, tetapi sektor otomotif adalah yang paling terpukul. Bahkan nama-nama besar di industri otomotif, seperti Ford, Volkswagen dan Daimler semuanya terpaksa menunda produksi di berbagai titik dan menurunkan target manufakturnya karena kekurangan chip.

Dampak pada Tesla

Berdasarkan pendapatan kuartal pertama perusahaan, Musk mengatakan bahwa Tesla memiliki beberapa masalah rantai pasokan. Sebelum merujuk pada kekurangan chip.

“Kuartal ini, dan saya pikir kita akan terus melihat bahwa sedikit di Kuartal II dan Kuartal III, memiliki beberapa tantangan rantai pasokan paling sulit yang pernah kami alami dalam kehidupan Tesla dan kesulitan yang sama dengan rantai pasokan, dengan di seluruh jajaran suku cadang. Jelas, masyarakat telah mendengar tentang kekurangan chip. Ini adalah masalah besar,” katanya.

Perusahaan konsultan AlixPartners juga memperkirakan pada pekan ini, bahwa untuk tahun ini saja masalah kekurangan chip bakal merugikan pendapatan industri otomotif sebesar US$ 210 miliar.

“Tentu saja, semua orang berharap krisis chip akan lebih mereda sekarang. Tetapi peristiwa-peristiwa tidak menguntungkan, seperti pemberlakuan karantina (lockdown) terkait Covid-19 di Malaysia, dan masalah yang berlanjut di tempat lain telah memperburuk keadaan,” demikian pernyataan Mark Wakefield, co-leader global otomotif dan praktisi industri di AlixPartners.

Sebagai informasi, para produsen mobil menggunakan semikonduktor di segala hal mulai dari power steering dan sensor rem, hingga sistem hiburan dan kamera parkir. Semakin pintar mobil maka semakin banyak chip yang digunakan.

Pada 2019, Tesla mulai memproduksi mobil dengan chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) khusus yang membantu perangkat lunak terpasang (on-board) membuat keputusan, sebagai respons atas apa yang terjadi di jalan.

Pada Juli, Musk mengatakan bahwa produksi Powerwall Tesla – baterai cadangan untuk di rumah – mengalami ketertinggalan sebagai akibat dari kekurangan chip.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN