Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )

Presiden Biden Teken UU Belanja Pertahanan US$ 770 M

Selasa, 28 Desember 2021 | 11:00 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Gedung Putih menyampaikan pada Senin (27/12) waktu setempat, bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional atau National Defense Authorization Act (NDAA) untuk tahun fiskal 2022. Ada pun penekenan ini sekaligus mengesahkan anggaran belanja pertahanan sebesar US$ 770 miliar. Demikian dikutip CNBC.

Pada awal bulan ini, Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS memberikan suara terbanyak untuk rancangan UU pertahanan dengan dukungan kuat dari Demokrat dan Republik terhadap kebijakan pengaturan undang-undang tahunan untuk Departemen Pertahanan.

Sebagai informasi NDAA mendapat pengawasan ketat oleh banyak industri dan kepentingan lainnya karena ini adalah satu-satunya perundang-undangan undang utama yang menjadi hukum setiap tahun, dan karena membahas berbagai masalah. NDAA sendiri telah menjadi undang-undang setiap tahun selama enam dekade.

Dengan pemberian otorisasi belanja militer sekitar 5% lebih banyak dibandingkan tahun lalu, NDAA tahun fiskal 2022 merupakan hasil kompromi setelah negosiasi intens antara DPR dan Senat Demokrat dan Republik pasca sempat tersendat akibat perselisihan soal kebijakan Tiongkok dan Rusia.

Anggaran pertahanan ini juga termasuk kenaikan gaji 2,7% untuk pasukan, dan lebih banyak pembelian pesawat dan kapal Angkatan Laut. Selain itu, anggaran belanja digunakan pula untuk strategi menghadapi ancaman geopolitik, terutama Rusia dan Tiongkok. NDAA pun mencakup US$ 300 juta untuk Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, yang bertujuan memberi dukungan kepada angkatan bersenjata Ukraina, serta US$ 4 miliar untuk Inisiatif Pertahanan Eropa dan US$ 150 juta untuk kerja sama keamanan Baltik.

Terkait Tiongkok, UU itu menyediakan anggaran US$ 7,1 miliar untuk Inisiatif Pencegahan Pasifik dan pernyataan dukungan kongres terhadap pertahanan Taiwan, serta larangan Departemen Pertahanan untuk mendapatkan produk yang diproduksi lewat kerja paksa dari wilayah Xinjiang, Tiongkok.

UU tersebut juga membentuk komisi yang terdiri atas 16 anggota untuk mempelajari perang di Afghanistan. Yang mana Biden telah mengakhiri konflik – sejauh ini perang terpanjang di negara itu – pada Agustus.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN