Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (tengah) menangkupkan kedua tangan setelah menyampaikan pidato kenegaraan pada upacara pelantikannya di kuil Ruwanwelisaya di Anuradhapura pada 18 November 2019. ( Foto: AFP / Lakruwan WANNIARACHCHI )

Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (tengah) menangkupkan kedua tangan setelah menyampaikan pidato kenegaraan pada upacara pelantikannya di kuil Ruwanwelisaya di Anuradhapura pada 18 November 2019. ( Foto: AFP / Lakruwan WANNIARACHCHI )

Presiden Sri Lanka Angkat Kakaknya jadi PM

Iwan Subarkah Nurdiawan, Kamis, 21 November 2019 | 09:03 WIB

KOLOMBO, investor.id – Presiden baru Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa akan mengambil sumpah kakaknya Mahinda Rajapaksa, yang juga mantan presiden, sebagai perdana menteri (PM).

Juru bicara pemerintah Vijayananda Herath mengatakan kepada AFP, Rabu (20/11), Mahinda Rajapaksa akan menjabat PM segera setelah petahana Ranil Wickremesinghe mundur pada Kamis (21/11) pagi waktu setempat.

Wickremesinghe mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu, empat hari setelah partainya kalah telak dalam pemilu presiden. Ia mengatakan sudah memberi tahu Presiden Gotabaya Rajapaksa bahwa akan mundur pada Kamis, sehingga pemerintahan minoritas baru dapat terbentuk.

Rajapaksa bersaudara dikenal waktu secara brutal menghabisi pemberontak Macan Tamil satu dekade lalu, yang sekaligus mengakhiri perang saudara di negaranya. Pasukan keamanan yang dikuasai dua bersaudara ini dituding melakukan kejahatan perang dan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Sebelumnya, partai Wickremesinghe mengajukan Sajith Premadasa dalam pilpres tersebut. Namun kalah telak dalam pilpres di negara berpenduduk 21,6 juta jiwa ini.

Proses pilpres berlangsung sengit dan rakyat Sri Lanka terpecah belah. Rajapaksa bersaudara didukung kaum mayoritas Sinhala-Budha. Tapi dicerca minoritas Tamil, yang berakar pada penumpasan Macan Tamil tersebut.

Sekitar 40.000 warga sipil Tamil diduga tewas oleh militer pada masa-masa akhir perang saudara tersebut. Penumpasan Macan Tamil berlangsung pada masa Gotabaya memimpin pasukan keamanan dan Mahinda menjabat presiden.

Pada masa kampanye selama tiga bulan, yang berada di bawah bayang-bayang serangan ekstremis Islamis pada April 2019, Gotabaya sudah berjanji akan menjadikan kakaknya sebagai PM.

Sementara itu, Wickremesinghe memimpin pemerintahan pada 2015 dengan janji menuntut para anggota rezim Rajapaksa yang dituding korupsi dan bahkan pembunuhan. Tapi tak satu pun tersangkanya yang berhasil ia seret ke muka pengadilan.

Wickremesinghe malah akhirnya menghadapi tuduhan kroni dan tidak kompeten. Ia juga terlibat dalam sejumlah skandal keuangan.

Pemerintahan Wickremesinghe dikecam lalai dalam soal keamanan dan menjadi tertuduh dalam aksi bom bunuh diri di tiga gereja dan tiga hotel yang menewaskan 269 orang pada Hari Paskah lalu.

Tak lama setelah partainya Wickremesinghe kalah dalam pilpres Sabtu (16/11), tak kurang dari 10 menteri mengundurkan diri. Termasuk menteri keuangan Mangala Samaraweera.

Sementara itu, parlemen yang sekarang terpilih pada Agustus 2015 untuk masa jabatan lima tahun. Parlemen tidak dapat dibubarkan oleh Rajapaksa hingga Maret 2020 atau enam bulan sebelum masa jabatannya berakhir.

Walau begitu, lewat resolusi mayoritas, parlemen dapat mengajukan pemilu dini. Sedangkan partainya Rajapaksa tidak menguasai mayoritas di parlemen yang beranggotakan 225 orang. Partainya harus bergantung pada Partai Nasional Bersatu pimpinan Wickremesinghe untuk membentuk pemerintahan minoritas sampai pemilu parlemen berikutnya. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA