Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato dalam upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pidato dalam upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Peringatan Perang Korea

Presiden Xi Unjuk Kekuatan Militer Tiongkok

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 07:52 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Jumat (23/10) mengingatkan tekad militer negaranya untuk mengalahkan pihak-pihak yang disebutnya penjajah. Hal itu disampaikan pada pidato peringatan 70 tahun Perang Korea, satu-satunya perang yang mana pasukan Tiongkok berperang dengan Amerika Serikat (AS).

Pidatonya yang panjang menekankan pada patriotisme dan ditandai dengan anekdot kepahlawanan oleh pasukan Tiongkok. Xi mengatakan, kemenangan dalam konflik 1950-1953 adalah pengingat bangsanya siap untuk melawan siapa pun yang membuat masalah di depan pintu Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok kerap menggunakan hari peringatan perang untuk memberikan teguran yang hampir tersurat kepada AS tentang kekuatan militer dari Tiongkok baru

Adapun Perang Korea adalah cerita fondasi utama bagi Partai Komunis. Peringatan pada Jumat dilakukan ketika partai tersebut dipanggil oleh Presiden AS Donald Trump, dalam perselisihan pahit yang mencakup perdagangan, teknologi, hak asasi manusia (HAM), hingga status Taiwan, yang menurut Pemerintah Tiongkok merupakan bagian dari daratan yang tidak dapat diganggu gugat.

Tanpa secara eksplisit menyebut AS, Xi memuat preseden sejarah Perang Korea dan membahas unilateralisme, proteksionisme, dan egoisme ekstrim di zaman modern.

"Orang-orang Tiongkok tidak membuat masalah, kami juga tidak takut pada mereka. Kami tidak akan pernah duduk diam dan menonton setiap kerusakan pada kedaulatan nasional kami, dan kami tidak akan pernah membiarkan apapun memaksa untuk menyerang atau membagi wilayah suci ibu pertiwi," kata Xi pada Jumat (23/10), disambut tepuk tangan.

Pada Rabu (21/10), Pentagon mengumumkan telah setuju untuk menjual rudal senilai lebih dari satu miliar dolar kepada Taiwan yang berpemerintahan sendiri, titik nyala potensial paling tajam dengan pasukan AS.

Pengorbanan

Perang Korea adalah yang pertama dan sejauh ini menjadi satu-satuya momen pasukan Tiongkok dan AS terlibat langsung dalam pertempuran skala besar.

Menurut Pemerintah Tiongkok, lebih dari 197.000 tentara Tiongkok tewas selama perang tiga tahun. Hal ini membuat koalisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin AS mendorong kembali ke perjanjian gencatan senjata Korea (paralel ke-38) yang memisahkan Semenanjung Korea, setelah Tiongkok memihak tentara komunis Korea Utara (Korut).

Perang yang pada dasarnya merupakan pertempuran sampai menemui jalan buntu, dielu-elukan di Tiongkok sebagai kemenangan, contoh dari ketahanan dan semangat melawan musuh yang lebih maju.

"Ketika Tiongkok sangat miskin, ia tidak menyerah pada tekanan AS. Saat ini, Tiongkok telah tumbuh menjadi negara yang kuat, jadi tidak ada alasan bagi Tiongkok untuk takut dengan ancaman dan tekanan AS," bunyi editorial media nasionalis Tiongkok Global Times pekan ini.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )
Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri upacara peringatan 70 tahun masuknya Tiongkok ke dalam Perang Korea, di Balai Besar Rakyat Beijing pada 23 Oktober 2020. ( Foto: NOEL CELIS / AFP )

Besar-besaran

Dengan ketegangan tertinggi dalam beberapa dekade antara pemerintah Tiongkok dan AS, Tiongkok merayakan secara besar-besaran peringatan ke-70 pasukannya memasuki pertarungan. Hal ini dimaksudkan untuk konsumsi domestik, sekaligus sebagai peringatan untuk negara saingannya.

Media Pemerintah Tiongkok telah melancarkan gelombang propaganda selama jam tayang utama berita sepanjang satu pekan terakhir. Sejumlah wawancara harian dilakukan dengan para veteran Tiongkok yang selamat dari perang.

Sebuah aksi-thriller berjudul "Pengorbanan", disutradarai oleh tiga nama terbesar di bioskop Tiongkok menggambarkan sekelompok kecil pasukan yang menahan militer AS di hari-hari terakhir perang. Film propaganda tersebut diputar di bioskop seluruh negeri pada Jumat.

"Ini harus dilihat sebagai pesan yang langsung ditujukan ke Amerika Serikat, tidak ada ambiguitas di sini,” ujar Alice Ekman, analis yang mengkhususkan diri pada pengamatan Tiongkok di Institut Studi Keamanan Uni Eropa, sebelum pidato Xi.

Adapun Pemerintah Tiongkok dan Korut telah bekerja untuk meningkatkan hubungan dalam dua tahun terakhir, setelah hubungan mereka memburuk. Pasalnya, pemerintah Tiongkok sempat mendukung serangkaian penerapan sanksi PBB terhadap Korut atas aktivitas nuklirnya.

Xi dan pemimpin Korut Kim Jong-Un telah bertemu lima kali sejak Maret 2018, bahkan saat negosiasi nuklir antara pemerintah AS dan Korut terhenti.

“(Dengan peringatan tahunan tersebut) Tiongkok menyatakan kepada AS pihaknya tidak takut pada AS di masa lalu dan masih tidak takut pada AS sekarang. Itu untuk mempersiapkan kemungkinan konflik militer terbatas dengan AStutur Shi Yinhong, profesor politik internasional di Universitas Renmin. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN