Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan jumpa pers usai pertemuan tatap muka kedua Uni Eropa, sejak  wabah virus corona Covid-19, di Brussel, Belgia pada 2 Oktober 2020. ( Foto: JOHANNA GERON / POOL / AFP )

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan jumpa pers usai pertemuan tatap muka kedua Uni Eropa, sejak wabah virus corona Covid-19, di Brussel, Belgia pada 2 Oktober 2020. ( Foto: JOHANNA GERON / POOL / AFP )

Produksi Vaksin Covid-19 Harus Dipercepat

Kamis, 11 Februari 2021 | 06:39 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id - Produksi vaksin Covid-19 di Eropa harus dipercepat untuk mengejar terobosan ilmiah dan mendahului varian-varian baru yang bermunculan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan hal ini pada Rabu (10/2), di tengah tersendatnya vaksinasi Covid-19 di benuanya.

“Kami meremehkan kesulitan terkait produksi massal. Biasanya butuh waktu lima hingga 10 tahun untuk memproduksi vaksin baru. Kami melakukannya dalam 10 bulan. Ini adalah kesuksesan ilmiah yang sangat besar dan kita harus bangga, tapi di satu sisi sains telah melampaui industri," katanya kepada Parlemen Eropa, Rabu (10/2).

Dalam pengakuan publik pertamanya kepada warga Eropa, di luar beberapa wawancara media tertentu, von der Leyen mengatakan komisinya telah salah langkah dalam pengadaan vaksin atas nama semua negara Uni Eropa (UE). Tetapi ia membela strategi komisi secara keseluruhan.

"Kami terlambat untuk memberi otorisasi. Kami terlalu optimis dalam hal produksi besar-besaran. Dan mungkin memang terlalu yakin bahwa apa yang kita pesan benar-benar akan sampai tepat waktu,” ujarnya.

Namun jika membiarkan negara-negara terkaya di Eropa mengambil vaksin untuk kepentingan sendiri dan membiarkan yang lain tidak mendapat vaksin dinilainya sebagai tindakan bunuh diri. "Akan menjadi, saya pikir, akhir dari komunitas kita," ungkapnya.

Ada pelajaran yang bisa diambil, kata von der Leyen, dan Komisi Eropa akan melakukannya. Langkah yang akan dilakukan termasuk mendapatkan lebih banyak data yang dibagikan di antara klinik negara-negara UE.

Sementara meningkatkan peraturan untuk memungkinkan European Medicines Agency bergerak lebih cepat dalam mengotorisasi vaksin, terutama untuk membersihkan penyempitan industri untuk produksi vaksin. "Industri harus beradaptasi dengan kecepatan ilmu pengetahuan," kata dia.

Ia mencatat, vaksin dapat mengandung sebanyak 400 bahan dan pembuatannya melibatkan hingga 100 perusahaan. Menurutnya, satgas produksi vaksin di bawah Komisaris Pasar Internal Thierry Breton ditugaskan untuk misi itu.

"Kami berurusan dengan vaksin mRNA yang benar-benar baru, yang belum pernah diproduksi dalam skala besar sebelumnya. Salah satu kemacetan saat ini, misalnya, terkait dengan molekul sintetis kita membutuhkan lebih banyak koordinasi pada pasokan bahan utama," tambahnya.

Von der Leyen memperingatkan, para ilmuwan Eropa belum mengetahui apakah vaksin baru akan efektif melawan mutasi dari virus yang muncul.

"Tapi kami tahu varian ini akan terus bermunculan. Dan kami tahu, kami perlu mengantisipasi dan persiapkan segera," lanjut dia.

Von der Leyen juga mengatakan sangat menyesalkan tawaran yang dibatalkan oleh Komisi Eropa bulan lalu untuk mencoba membatasi vaksin yang diangkut ke wilayah Inggris di Irlandia Utara, sebagai bagian dari perselisihan sengit dengan perusahaan farmasi Anglo-Swedia AstraZeneca, gagal memberikan dosis vaksin yang dijanjikannya ke UE.

Namun von der Leyen menekankan, pada akhirnya, pihaknya telah mengerjakan dengan benar. Sedangkan skema kontrol ekspor vaksin UE yang tergesa-gesa dinilai tidak akan membatasi perusahaan yang menghormati kontrak dengan UE. Sementara vaksin untuk sebagian besar tetangga blok tidak akan terhambat.

“Komisi akan melakukan yang terbaik untuk melindungi perdamaian Irlandia Utara, seperti yang telah dilakukan di seluruh proses Brexit,” tuturnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN