Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seseorang perempuan memasuki gedung Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) di Amsterdam, Belanda, pada Senin, 21 Desember 2020. ( Foto:  AP / PETER DEJONG)

Seseorang perempuan memasuki gedung Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) di Amsterdam, Belanda, pada Senin, 21 Desember 2020. ( Foto: AP / PETER DEJONG)

Produsen Vaksin Terproteksi dari Efek Samping Produk

Rabu, 21 April 2021 | 07:06 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

LONDON, investor.id – Perusahaan-perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin Covid-19 sebagian besar dilindungi secara hukum jika terjadi efek yang merugikan dari produknya. Seperti beberapa pembekuan darah yang dikaitkan dengan suntikan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan Johnson & Johnson (J&J).

Namun, sementara sejumlah negara akan membayar kompensasi kepada para penderita, pihak lain menganggap itu adalah tanggung jawab perusahaan bahkan setelah para agen obat mendukung vaksin.

Regulator obat Eropa pada Selasa (20/4) dijadwalkan mengumumkan keamanan vaksin Covid-19 satu suntikan milik J&J, setelah muncul kekhawatiran suntikan tersebut menyebabkan pembekuan darah yang sangat langka.

Di sisi lain, J&J tetap sangat percaya diri dengan vaksin Covid-19 dan berharap resolusi cepat dari regulator atas statusnya.

"Kami tetap sangat yakin dan sangat berharap bahwa manfaat-profil risiko akan keluar," ujar CFO J&J Joseph Wolk kepada CNBC.

Komentar itu muncul menjelang keputusan yang diharapkan Selasa malam dari regulator obat Eropa tentang keamanan inokulasi vaksin tunggal.

Regulator dimaksud, European Medicines Agency (EMA), pada Selasa menyatakan bahwa pembekuan darah sebagai efek samping dari vaksin Covid-19 dapat dikategorikan sangat langka. Sedangkan manfaat vaksinnya jauh melebihi risikonya.

Penasihat pandemi AS Anthony Fauci mengatakan, Pemerintah AS kemungkinan akan mengumumkan keputusannya pada Jumat (23/4).

Otoritas kesehatan di AS pada 14 April lalu merekomendasikan penangguhan vaksin J&J, setelah enam kasus penggumpalan darah yang parah dari hampir tujuh juta orang Amerika yang menerima vaksin.

“(Perusahaan berharap) secepatnya mungkin paling cepat akhir minggu ini, untuk mendapatkan penyelesaian bagaimana kami akan melanjutkan," kata Wolk.

EMA telah meninjau empat kasus, satu di antaranya fatal, dari kasus langka pembekuan darah yang dilaporkan dari penerima vaksin. Masalah vaksin J&J mengikuti laporan serupa tentang pembekuan darah pada sejumlah kecil orang yang menerima vaksin AstraZeneca.

Pemerintah AS dan Inggris telah membatasi tanggung jawab hukum atas grup farmasi, dalam suatu langkah yang dianggap membantu mempercepat produksi vaksin.

Di AS, Undang-Undang (UU) Kesiapan Publik dan Kesiapsiagaan Darurat (PREP) memberi wewenang kepada menteri kesehatan. “Untuk membatasi tanggung jawab hukum atas kerugian yang berkaitan dengan administrasi tindakan pencegahan medis seperti diagnostik, perawatan, dan vaksin,” jelas UU tersebut.

UU tersebut juga membatasi tanggung jawab individu eksekutif farmasi, kecuali untuk kematian atau cidera fisik serius yang disebabkan oleh kesalahan disengaja, yang menurut pengacara bisa sulit dibuktikan.

Di Kanada, pemerintah sedang membuat skema kompensasi nasional untuk setiap dampak medis dari vaksin Covid-19.

Sementara itu, pemerintah Inggris telah menghilangkan beban keuangan yang berpotensi berat bagi perusahaan obat dengan menerapkan program kompensasi yang ada untuk penyakit seperti TBC dan campak, juga untuk virus corona.

Di bawah skema pemerintah Inggris, Pembayaran Kerusakan Vaksin (VDP) jika terjadi kecacatan parah meningkat jadi 120.000 pound atau US$ 165.000.

Di Uni Eropa (UE), situasinya berbeda karena tanggung jawab hukum ada pada perusahaan.

"Namun, dalam keadaan tertentu yang sangat spesifik, perusahaan dapat meminta negara anggota untuk mengganti kerugian," menurut juru bicara Komisi Eropa Stefan de Keersmaeker.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN