Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Demonstran duduk di lantai ruang kedatangan bandara internasional Hong Kong menyusul aksi memprotes tindakan brutal polisi dan rancangan undang-undang (RUU) ektradisi pada 12 Agustus 2019. AFP / VIVEK PRAKASH

Demonstran duduk di lantai ruang kedatangan bandara internasional Hong Kong menyusul aksi memprotes tindakan brutal polisi dan rancangan undang-undang (RUU) ektradisi pada 12 Agustus 2019. AFP / VIVEK PRAKASH

Protes Meningkat, Hong Kong Tutup Bandara

Grace Eldora, Selasa, 13 Agustus 2019 | 09:08 WIB

HONG KONG, investor.id - Semua penerbangan komersial yang masuk dan keluar Hong Kong dibatalkan pada Senin (12/8). Setelah ribuan demonstran pro-demokrasi membanjiri bandara untuk melancarkan kecaman atas kekerasan yang dilakukan polisi.

Penutupan yang tiba-tiba di salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia tersebut terjadi di saat Pemerintah Tiongkok semakin menunjukkan kemarahan kepada para demonstran. Tiongkok menyebut sejumlah demonstrasi yang diwarnai kekerasan sebagai aksi terorisme.

Pihak berwenang mengatakan, pihaknya berupaya untuk membuka kembali bandara pada pukul 6:00 pagi Selasa (13/8) waktu setempat. Tetapi ratusan pengunjuk rasa tetap berada di aula kedatangan hingga malam tanpa tanda-tanda akan berlalu.

Perkembangan ini menandai satu lagi eskalasi dramatis dalam krisis 10 pekan, yang telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Tiongkok di Hong Kong sejak penyerahan kembali dari Inggris pada 1997.

Kerumunan pengunjuk rasa yang menurut pihak berwenang berjumlah lebih dari 5.000, memenuhi bandara internasional Hong Kong pada Senin. Para pemrotes membawa poster-poster dan meneriakkan slogan-slogan tentang kekerasan polisi.

Meskipun demonstrasi lain telah diadakan di pusat transportasi selama tiga hari sebelumnya, aksi Senin adalah yang pertama yang memiliki dampak signifikan pada penumpang. Otoritas bandara mengatakan, operasional bandara telah sangat terganggu akibat pertemuan publik.

Setidaknya 150 penerbangan dibatalkan di bandara tersibuk kedelapan di dunia, yang menangani sekitar 200.000 penumpang per hari.

Perusahaan penerbangan yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific, mengingatkan gangguan itu dapat meluas hingga hari ini. Pihaknya menyarankan pelanggan untuk menunda perjalanan yang tidak penting.

Di bandara, pengunjuk rasa memegang poster bertuliskan Hong Kong Tidak Aman dan embel-embel Malu dengan Polisi. Mereka menuduh kekuatan tersebut menggunakan taktik yang semakin keras dan tidak proporsional untuk menekan protes.

Selama akhir pekan, polisi menembakkan gas air mata ke stasiun kereta bawah tanah dan jalan-jalan perbelanjaan yang ramai, ketika menghadapi pengunjuk rasa di belasan lokasi kota. Para pengunjuk rasa merespons dengan melemparkan batu bata, menyemprot polisi anti huru hara dengan alat pemadam kebakaran dan selang air.

Demonstran juga marah pada polisi yang tampaknya mengenakan kaus hitam yang dikenakan oleh gerakan pro-demokrasi. Polisi menyusup ke tengah para demonstran dan melakukan penangkapan secara mengejutkan.

Para pejabat mengatakan sebanyak 45 orang terluka dalam bentrokan itu, termasuk dua yang dalam kondisi serius. Di antara mereka adalah seorang wanita yang menderita cedera wajah, dilaporkan setelah dipukul oleh bean bag bulat. Rumor beredar, korban kehilangan penglihatan dalam insiden tersebut.

Gambar dia berbaring di tanah dengan darah mengalir dari wajah dengan cepat menjadi viral dan ditampilkan pada poster yang menyerukan demonstrasi baru, termasuk beberapa poster bertuliskan Mata Ganti Mata.

Ungkapan itu juga dilukis dengan semprotan dalam bahasa Mandarin di beberapa tempat di bandara, tempat banyak demonstran mengenakan penutup mata atau perban dalam solidaritas dengan wanita yang terluka.

 

Semakin Berbahaya

"Ini menjadi semakin dan semakin berbahaya. Tetapi jika kita tidak keluar pada saat ini, masa depan kita akan menjadi lebih menakutkan, dan kita akan kehilangan kebebasan kita," tutur seorang pemrotes berusia 22 tahun bernama keluarga Chan.

Itu adalah akhir pekan ke-10 berturut-turut, para pengunjuk rasa telah turun ke jalan. Gerakan tersebut dimulai karena menentang rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan ekstradisi ke daratan Tiongkok. Protes telah berubah menjadi upaya yang lebih luas terkait penurunan kebebasan demokratis di kota selatan Tiongkok tersebut.

Pemimpin kota yang didukung pemerintah Tiongkok telah mengesampingkan konsesi. Pihaknya memperingatkan, para pengunjuk rasa telah menyebabkan kekacauan ekonomi. Kepala Transportasi Hong Kong Frank Chan pada Senin mengatakan, Hong Kong akan membayar harga mahal untuk penutupan bandara.

Di Beijing, pihak berwenang mengecam pengunjuk rasa dengan kekerasan yang melemparkan bom bensin ke petugas polisi. Aksi tersebut dihubungkan dengan terorisme.

"Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian, yang sudah merupakan kejahatan serius dengan kekerasan. Dan juga menunjukkan tanda-tanda pertama terorisme muncul," tukas Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau dari Kantor Dewan Negara.

Yang mengatakan, aksi tersebut menginjak aturan hukum dan ketertiban sosial Hong Kong. Di hari yang sama, dua media pemerintah memuat video yang memperlihatkan personel bersenjata dan pembawa pasukan konon sedang berkendara ke Shenzhen, yang berbatasan dengan Hong Kong. (afp)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA