Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Pengangkutan batu bara di laut. Foto ilustrasi: Defrizal

Puluhan Juta Penduduk Tiongkok Kekurangan Pasokan Listik

Rabu, 23 Desember 2020 | 07:09 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Puluhan juta penduduk di Tiongkok akan kekurangan pasokan listrik di musim dingin tahun ini, pada saat suhu udara jatuh hingga di bawah titik beku. Hal ini dikarenakan pemerintah di tiga provinsi menerapkan pembatasan penggunaan listrik, menyusul lonjakan permintaan dan terbatasnya pasokan batubara.

Menurut laporan media setempat dan pemberitahuan pemerintah, pasokan listrik untuk penduduk, pabrik-pabrik dan kegiatan bisnis di provinsi Hunan, Zhejiang, dan Jiangxi akan dijatah karena beberapa daerah kekurangan pasokan batu bara.

Rebound Tiongkok dari pandemi Covid-19 telah didorong oleh industri padat energi seperti konstruksi, tekanan pada jaringan listrik dan pasokan batubara,” ujar Lauri Myllyvirta, analis utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (Centre for Research on Energy and Clean Air), seperti dikutip AFP, Selasa (22/12).

Pada awal bulan ini, pihak berwenang Hunan memerintahkan supaya semua papan reklame, dan pencahayaan luar ruangan pada gedung-gedung dimatikan untuk waktu yang lama setiap hari, serta menetapkan batasan suhu pada alat pemanas yang digunakan di dalam ruangan tempat-tempat hiburan.

Diakui oleh para pejabat pada pekan lalu bahwa Hunan mengalami kekurangan pasokan listrik berkisar 3-4 juta kilowatt pada musim dingin ini, karena lonjakan permintaan yang disebabkan cuaca dingin luar biasa yang akan mencapai minus 10 derajat Celcius.

Bahkan para pekerja kantoran di ibu kota provinsi Hunan, Changsha mengeluhkan keadannya di media sosial. Mereka dipaksa menaiki puluhan anak tangga dan berada suhu dalam ruangan yang sangat dingin akibat seringnya pemadaman listrik.

“Pemanas di ruangan kantor saya telah dimatikan, dan terjadi pemadaman listrik pada tanggal 1, 3, dan 5 Desember. Suhu akan turun hingga minus 8 derajat sekitar Hari Tahun Baru, apakah saya akan mati kedinginan di Hunan?” demikian ungkapan salah satu pengguna Weibo pada pekan lalu.

Sementara itu di provinsi Zhejiang, pabrik-pabrik di pusat manufaktur Yiwu telah diperintahkan untuk menghentikan operasionalnya. Lampu-lampu jalan juga sudah dimatikan pada malam hari sebagai bagian dari upaya penghematan emisi oleh pemerintah daerah. Demikian menurut laporan media dan foto yang beredar di Weibo.

Sebagian Pasokan Stabil

Di sisi lain, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (National Development and Reform Commission/NDRC) pada Senin (21/12) berusaha meyakinkan publik dengan mengatakan, pasokan listrik sebagian besar stabil. Mereka pun berjanji untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan pengadaan batubara.

Krisis pasokan listrik telah menunjukkan tantangan yang dihadapi Tiongkok, yang tumbuh cepat dalam menyeimbangkan kebutuhan populasi besar dengan target emisi karbon ketat yang dijanjikan oleh kepemimpinannya.

Sejauh ini, Tiongkok tercatat sebagai konsumen batu bara terbesar di dunia dan akan beralih ke sumber energi terbarukan untuk memenuhi janji emisi karbon pada 2030, serta mencapai netralitas karbon pada 2060.

Di samping itu, beredar spekulasi di internet bahwa penyebab kekurangan listrik kemungkinan karena embargo batu bara Australia oleh Tiongkok. Embargo ini mengakibatkan kapal-kapal terdampar di pelabuhan dan tidak dapat membongkar muatan dalam jumlah besar.

Namun menurut data Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS), batubara Australia hanya menghasilkan sekitar 3% dari total impor batu bara tahun lalu yang mencapai 265 juta ton. “Larangan Aussie hanya berdampak kecil pada pasokan batu bara termal Tiongkok. Tetapi ketegangan Tiongkok-Australia telah menyebabkan kekhawatiran signifikan di pasar komoditas, dan menaikkan harga batubara domestik,” kata Yan Qin, analis karbon di layanan data keuangan Refinitiv.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN