Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: AFP / Getty )

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel. ( Foto: AFP / Getty )

Putin dan Merkel Bahas Produksi Vaksin Covid Bersama

Rabu, 6 Januari 2021 | 07:12 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

MOSKOW, investor.id – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah membahas kemungkinan untuk bersama-sama memproduksi vaksin virus corona Covid-19, melalui sambungan telepon pada Selasa (5/1).

“Masalah kerja sama dalam memerangi pandemi virus corona dibahas dengan penekanan pada kemungkinan prospek produksi bersama vaksin,” demikian disampaikan Kremlin dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP.

Kremlin menambahkan, bahwa kesepakatan telah dicapai untuk melanjutkan perbincangan tentang masalah tersebut antara kementerian kesehatan kedua negara dan badan-badan khusus.

Kedua pemimpin juga membahas penyelesaian konflik antara Kiev dan pasukan separatis pro-Rusia di Ukraina timur, yang sebagian besar terhenti sejak perjanjian damai ditandatangani pada 2015.

Baik Rusia dan Jerman baru-baru ini memulai program vaksinasi massal di masing-masing negara guna mengekang penyebaran virus corona, dan menghindari diberlakukan kembali karantina atau lockdown nasional.

Sementara Jerman menggunakan vaksin yang dikembangkan perusahaan obat Amerika Serikat (AS) Pfizer bersama BioNtech yang berbasis di Mainz, Rusia memilih mengedarkan dosis vaksin buatannya secara massal yang dinamakan Sputnik V.

Menurut laporan, Rusia mengumumkan pendaftaran vaksin Sputnik V pada Agustus, sebelum dimulainya uji klinis skala besar. Hal ini meningkatkan kekhawatiran atas prosedurnya yang cepat.

Beberapa kritikus menggambarkan vaksin Sputnik V sebagai alat untuk meningkatkan pengaruh geopolitik Rusia. Apalagi, Rusia memulai kampanye vaksinasi massal pada awal Desember 2020 dan menjadikannya sebagau negara pertama yang menyediakan vaksin untuk kelompok berisiko tinggi termasuk petugas medis, guru, dan orang tua.

Direkturpusat penelitian Gamaleya Alexander Gintsburg mengatakan pada Selasa, bahwa sejauh ini terdapat lebih dari 1 juta orang di Rusia yang telah menerima suntikan vaksin.

Negeri Beruang Merah itu juga mengirimkan vaksinnya ke Belarus, Serbia dan Argentina. Kabar terbaru, Rusia mengumumkan akan memasok 2,6 juta dosis vaksin ke Bolivia kendati mengakui ada kesulitan dengan kapasitas produksi.

Di sisi lain kehadiran vaksin Sputnik V menuai pandangan skeptis dari pihak Barat. Meski begitu, produsen obat Inggris-Swedia AstraZeneca pada Desember mengumumkan bahwa program uji klinis akan menggunakan kombinasi vaksinnya dan vaksin Rusia. Ini karena kedua vaksin menggunakan vektor adenovirus, meskipun masih belum jelas kapan tes ini akan dilanjutkan.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN