Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vaksin Covid-19 AstraZeneca. ( Foto: Fred Tanneau / AFP )

Vaksin Covid-19 AstraZeneca. ( Foto: Fred Tanneau / AFP )

Regulator Obat Eropa: Risiko Pembekuan Darah Tidak Tinggi

Jumat, 12 Maret 2021 | 06:54 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

DEN HAAG, investor.id – Regulator obat-obatan Eropa, European Medicines Agency (EMA), pada Kamis (11/3) menyatakan tidak ada risiko tinggi terjadinya pembekuan darah di antara orang-orang yang telah divaksinasi Covid-19. Sebelumnya, Denmark, Norwegia, dan Islandia, menangguhkan penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca karena hal tersebut.

“Informasi yang tersedia saat ini mengindikasikan jumlah kejadian tromboembolik di antara orang-orang yang sudah divaksin tidak lebih tinggi dari yang terjadi di masyarakat umum,” kata EMA, kepada AFP via surat elektronik.

Regulator berbasis di Amsterdam, Belanda itu memandang langkah diambil Denmark merupakan bentuk pencegahan. Keputusan itu, tambah EMA, menyusul pengumuman pihaknya pada Rabu (10/3), yang tengah mengkaji kejadian-kejadian tromboembolik dari beberapa laporan kasus di Austria. Kejadian tersebut dilaporkan bersifat sementara.

“Kami akan terus mengkajinya dan EMA akan secepatnya mengkomunikasikan perkembangan terbarunya,” kata EMA.

Terkait kejadian di Austria, EMA dalam pengumumannya pada Rabu menyebutkan sudah ada 22 kejadian tromboembolik dari tiga juta orang yang sudah divaksin Covid-19 di lingkup Masyarakat Ekonomi Eropa atau EEA. Wilayah ini mencakup juga Norwegia dan Islandia.

Penangguhan pemberian vaksin AstraZeneca di Denmark bakalan melambatkan program vaksinasi di negara tersebut. Denmark menyatakan mengkaji lagi keputusan ini dua pekan mendatang.

Austria pada Senin (8/3) menyatakan telah menangguhkan penggunaan satu bagian vaksin AstraZeneca, setelah seorang perawat berusia 49 tahun meninggal akibat pembekuan darah parah, beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasinya.

Empat negara lainnya di Eropa, yakni Estonia, Latvia, Lituania, dan Luksemburg, juga sudah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca dari bagian tersebut, yang sebanyak satu juta dosis dan dikirimkan ke 17 negara di Eropa.

Tapi Denmark memutuskan untuk menangguhkan penggunaan seluruh stok vaksin AstraZenecanya. Begitu pula dengan keputusan Islandia dan Norwegia pada Kamis (11/3), karena kekhawatiran yang sama.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN