Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perusahaan Jerman, BioNTech sedang mengembangkan obat bersama raksasa perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer. ( Foto: OMR Industry Journal )

Perusahaan Jerman, BioNTech sedang mengembangkan obat bersama raksasa perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Pfizer. ( Foto: OMR Industry Journal )

Regulator UE Memulai Evaluasi Vaksin BioNTech-Pfizer

Rabu, 7 Oktober 2020 | 08:04 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT AM MAIN, investor.id – Regulator Eropa dilaporkan sedang mengevaluasi data awal dari hasil pengembangan vaksin virus corona Covid-19 BioNTech Jerman dan raksasa Amerika Serikat (AS) Pfizer, di bawah prosedur jalur cepat yang bertujuan mempercepat proses persetujuan. Demikian disampaikan perusahaan pada Selasa (6/10).

Tinjauan bergulir ini merupakan kali kedua yang dilakukan oleh European Medicines Agency (EMA) yang berbasis di Amsterdam, usai setuju untuk mengevaluasi kemungkinan kandidat vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Universitas Oxford Inggris.

Seperti diketahui, para ilmuwan di seluruh dunia sedang berlomba-lomba mengembangkan vaksin Covid-19 yang aman dan efisien, guna mengakhiri pandemi yang telah menewaskan lebih dari satu juta orang dan menghancurkan ekonomi global.

Tinjauan bergulir dilakukan untuk mempercepat penilaian terhadap obat atau vaksin yang menjanjikan selama keadaan darurat kesehatan masyarakat. Hal ini memungkinkan EMA untuk mengkaji data saat masuk, bahkan saat uji coba masih berlangsung.

Di masa normal, perusahaan-perusahaan farmasi akan menyelesaikan pengujian mereka dan mengumpulkan semua temuan mereka terlebih dahulu sebelum mengirimkannya untuk ditinjau.

"Merupakan tugas kami untuk memastikan, bahwa sementara kami bekerja mengembangkan vaksin potensial dengan kecepatan luar biasa untuk membantu mengatasi pandemi ini, kami pun melakukannya dengan standar etika tertinggi sambil berpegang pada prinsip-prinsip ilmiah yang kuat. Kami akan terus melakukan dialog reguler dan terbuka dengan EMA selama proses tinjauan bergulir," ujar CEO dan salah satu pendiri BioNTech Ugur Sahin dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

Pengembangan vaksin virus corona potensial BioNTech-Pfizer menggunakan teknologi baru berdasarkan mRNA, sejenis materi genetik yang belum pernah digunakan untuk membuat vaksin.

Vaksin BioNTech-Pfizer Ini adalah satu dari sembilan kandidat vaksin yang telah maju untuk diujicobakan ke manusia atau dikenal sebagai tahap akhir uji klinis fase 3, yang diujikan ke ribuan sukarelawan.

"Saat ini lebih dari 37.000 orang terdaftar dalam studi BioNTech-Pfizer, termasuk di Amerika Serikat (AS), Brasil, Afrika Selatan, dan Argentina. Lebih dari 28.000 dari mereka baru-baru ini menerima suntikan kedua," demikian menurut pernyataan perusahana.

EMA menekankan dalam pernyataan terpisah, bahwa keputusan untuk mulai percepatan kajian tidak berarti bahwa kesimpulan dapat dicapai tentang keamanan dan efektivitas vaksin, mengingat banyak bukti yang masih harus diserahkan.

BioNTech sebelumnya mengatakan bertujuan memasok hingga 100 juta dosis pada akhir 2020 jika vaksinnya berhasil, dan 1,3 miliar dosis pada akhir 2021.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN